BALI EXPRESS, DENPASAR - Meskipun toko oleh-oleh di Bali sangat banyak, pasar tetap jadi target tempat belanja wisatawan. Bahkan, banyak wisatawan yang berlibur secara mandiri lebih menyukai berbelanja oleh-oleh di pasar tradisional.
Pulau Bali memiliki banyak destinasi pasar tradisional sebagai tempat belanja oleh-oleh. Salah satunya adalah Pasar Kumbasari yang berlokasi di Jalan Gajah Mada Denpasar.
Soal oleh-oleh, Pasar Kumbasari memang punya riwayat khusus. Di masa lalu, tepatnya tahun 1970 hingga akhir 1990-an, Pasar Kumbasari masih menjadi satu-satunya pusat oleh-oleh terbesar di Bali. "Pada masa jayanya, sekitar tahun 1980-an, Pasar Kumbasari juga menjadi pusat gaya hidup masyarakat di Bali," jelas
Widya Astuti, salah seorang pedagang di Pasar Kumbasari, ketika ditemui Bali Express ( Jawa Pos Group) beberapa waktu lalu.
Lantas, bagaimana kondisi Pasar Kumbasari saat ini? Diceritakan Widya, Pasar Kumbasari masih tetap menjadi pasar oleh-oleh, baik bagi wisatawan asing dan domestik.
Sebagai pasar oleh-oleh, Pasar Kumbasari memiliki beragam jenis oleh-oleh khas Bali, mulai dari baju barong, mukena, beragam jenis sling bag, hingga produk aksesoris seperti kalung, gelang hingga anting-anting. Selain itu, ada juga produk kerajinan seperti ukiran, gerabah hingga lukisan.
Jenis oleh-oleh yang diminati wisatawan juga beragam. Namun, jenis produk yang tidak lekang dan selalu menjadi best seller setiap tahunnya adalah fashion, yakni baju Bali dan pernak-pernik seperti gantungan kunci.
Jenis produk ini, lanjut Widya, sangat diminati. Sebab, selain harganya yang terjangkau, juga karena produk ini menjadi ciri khas bagi wisatawan. "Produknya lebih mudah dibawa dan tidak memerlukan banyak ruang penyimpanan, sehingga memudahkan wisatawan mengemasnya," paparnya.
Selain kedua jenis produk tersebut, ada beberpa jenis produk oleh-oleh yang juga menjadi incaran wisatawan yang sedang menjadi tren di media sosial, seperti sling bag rotan, tas enceng gondok hingga totte bag dengan beragam jenis motif lukisan dan warna yang menarik.
Widya mengakui, permintaan ragam oleh-oleh ini tidak saja datang dari pasar eceran, tetapi juga dari pasar grosir. Widya menambahkan, produk oleh-oleh yang dijual hampir seluruhnya merupakan produk kerajinan yang dihasilkan perajin yang berasal dari seluruh Bali.
"Produk aksesoris jenis gantungan kunci dan kerajinan perak dihasilkan perajin dari Kabupaten Gianyar, sedangkan untuk tas ata merupaka kerajinan yang dihasilkan perajin di Kabupaten Karangasem," paparnya.
Produk kerajinan yang dijual di Pasar Kumbasari dijual dengan harga relatif terjangkau, mulai dari Rp 2.000 sampai dengan jutaan rupian. Harganya disesuaikan dengan jenis dan bahan yang digunakan untuk membuat produk kerajinan tersebut.