GIANYAR, BALI EXPRESS - Pasar tradisional alias Pasar Senggol sudah menjadi bagian dari destinasi wisata di Bali, sehingga tidak jarang wisatawan asing terlihat mondar-mandir melihat aktivitas pedagang, di samping mencoba menikmati beragam kuliner yang ditawarkan.
Pasar Senggol Gianyar di Jalan I Gusti Ngurah Rai, tepatnya di sebelah barat lapangan Astina Gianyar ini, eksistensinya sebagai destinasi kuliner sudah sangat terkenal. Tidak saja bagi masyarakat Bali, namun juga bagi wisatawan asing yang datang ke Bali. Makanya,
ketika mampir ke pasar ini, akan menemui puluhan orang asing yang terlihat menikmati makanan atau jajanan yang dijual di pasar tradisional ini.
Made Yudi, salah seorang pemandu wisata asal Denpasar mengatakan, sangat sering singgah ke Pasar Senggol Gianyar untuk mengantarkan tamu yang sedang berlibur di Bali. "Biasanya, tamu yang sudah beberapa kali ke Bali, kalau mereka trip ke Bali Timur, ketika balik ke Denpasar pasti minta mampir di pasar," jelasnya.
Tujuannya beragam. Ada yang sekadar jalan-jalan sambil membeli beberapa camilan, tapi ada juga yang sengaja minta mampir karena ingin menikmati makanan khas Pasar Senggol Gianyar, yakni Nasi Ayam Panggang (bakar).
Di dalam pasar, ada beberapa pedagang yang menyediakan menu Nasi Ayam Bakar. Jika wisatawan enggan masuk pasar, di sisi utara pasar juga terdapat stand kuliner yang menyediakan menu makanan khas Bali, mulai dari Nasi Ayam Bakar, Nasi Betutu, dan Nasi Babi guling . "Biasanya saya mengajak tamu untuk makan di warung yang ada di dalam pasar," lanjut Yudi kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) kemarin.
Nasi Ayam Pasar Senggol Gianyar, memang menjadi menu makanan yang sudh melegenda. Satu porsi nasi ayam ini disajikan dengan satu porsi nasi yang bisa dipilih (nasi putih biasa atau nasi dengan campuran ketela).
Selanjutnya, nasi akan diberikan topping beragam jenis lauk, mulai dari satu potong besar ayam panggang, ayam betutu, lawar kacang panjang, telur dadar, kacang goreng, dan beberapa olahan daging ayam yang digoreng. Selain itu, setiap porsinya juga dilengkapi dengan satu porsi sayur ares, yakni sayur yang terbuat dari batang pisang.
Per porsi nasi ayam dibanderol dengan harga Rp 30 ribu. Namun, jika porsi ini dirasa terlalu besar, pelanggan bisa meminta kepada pedagang untuk dibuatkan porsi yang lebih kecil. "Kami jug bisa menjual nasi ayam dengan harga mulai dari Rp 10 ribu, tergantung permintaan pembeli," ungkap Ayu, salah seorang pedagang Nasi Ayam Bakar.
Di Pasar Senggol ini juga tersedia beragam jenis jajanan tradisional. Mulai dari jajan Bali yang sudah dijual dalam kemasan mika plastik, hingga beberapa jenis jajanan lainnya, seperti ketela rebus, kacang, dan jagung rebus.
Ada juga menu tipat cantok, serombotan, dan sate languan khas Bali. Harga makanannya tidak terlalu mahal, mulai dari Rp 3 ribu per buah untuk jenis jajan Bali dalam kemasan, hingga Rp 10 ribu untuk tipat cantok.
Pasar Senggol Gianyar ini dibuka mulai pukul 14.00 Wita.
"Sebelumnya ini adalah pasar pagi yang menjual kebutuhan pokok. Namun, mulai pukul 14.00 Wita pedagang makanan mulai datang dan menggelar dagangannya," paparnya.