TABANAN, BALI EXPRESS - Pilkada serentak 2024 akan digelar bulan November mendatang. Namun nama bakal calon Bupati dan Wakil Bupati disejumlah daerah yang akan menggelar Pilkada mulai berhembus.
Hal ini pun memantik komentar dari politisi senior PDIP yang juga Ketua Sesepuh Banteng Bali, I Made Arimbawa, yang dikonfirmasi Sabtu (2/3). Menurutnya kader PDIP yang nantinya maju dalam Pilkada tergantung dari keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Siapa yang mendapatkan rekomendasi, dia lah yang mendapatkan tiket untuk bertarung dalam kontestasi politik tersebut.
"Termasuk Pilkada di Tabanan, tergantung pada keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) nanti, " ungkapnya mengomentari Pilkada yang juga akan digelar di tanah kelahirannya, Tabanan.
Namun, mantan Ketua DPRD Tabanan itu menekankan perlunya evaluasi dan restrukturisasi bagi kepala daerah yang kurang memiliki prestasi. Sebab menurutnya memang ada sejumlah kepala daerah dari PDIP yang program-programnya kurang inovatif.
"Sejauh ini yang saya lihat memiliki program inovatif itu ada Bupati Gianyar, Bupati Bangli, dan Bupati Karangasem, dan itu menurut saya perlu dipertahankan, " imbuh pria yang merupakan mantan Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali tersebut.
Ia bahkan menilai jika saat ini Tabanan telah tertinggal dalam hal inovasi program dibandingkan dengan kabupaten lain seperti Bangli dan Gianyar. "Lakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat dengan membawa proposal program, dipresentasikan kepada Gubernur atau kepada Ketua DPRD Bali yang nota bena adalah putra daerah wakil rakyat dari Tabanan, itu perlu, " bebernya.
Disisi lain Arimbawa juga menyoroti pentingnya bupati untuk menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah pusat, namun ia mencatat bahwa Bupati saat ini lebih banyak berkantor di tingkat desa.
Hal ini, menurutnya, memunculkan sorotan dari anggota DPRD bahkan dari fraksinya sendiri yang merasa bahwa perwakilan mereka di tingkat kabupaten tidak sepenuhnya fokus pada tugas-tugasnya. "Karena penyerapan aspirasi masyarakat kan tugas anggota DPRD sesuai daerah pemilihannya," paparnya.
Sementara itu, terkait spekulasi tentang kemungkinan pencalonan I Made Urip sebagai calon Bupati Tabanan, Arimbawa menyatakan jika harapan masyarakat sejak lama memang telah tertuju pada I Made Urip, terutama karena pengalamannya sebagai anggota DPR RI.
Namun apakah I Made Urip akan dipilih menjadi calon Bupati Tabanan? pertanyaan itu masih menjadi tanda tanya. Hanya saja Arimbawa menekankan pentingnya mempertahankan kader lokal dalam proses pemilihan.
Kader-kader lokal yang merupakan bagian dari trah Banteng harus diberi prioritas, sambil menghindari pencampuran trah dan menjaga kesetiaan terhadap nilai-nilai asli trah Banteng.
"Tetapi siapapun nanti yang mendapatkan rekomendasi dari DPP kita siap mendukung, asalkan memang asli trah Banteng, bukan banteng-bantengan, yang cuma cari makan di partai," tegas politisi asal Desa Tista, Kecamatan Kerambitan, Tabanan tersebut.
Mengakhiri pernyataannya, Arimbawa menegaskan bahwa penting untuk tetap mengutamakan kualitas dan integritas dalam proses pemilihan, serta memastikan bahwa kader-kader lokal memiliki peran yang signifikan dalam kepemimpinan daerah. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana