BALI EXPRESS- Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh di Tower NasDem pada Jumat (23/03) bukan hal yang aneh bagi penggiat media sosial Jhon Sitorus.
Jhon yang merupakan loyalis Ganjar Pranowo itu menyebut meski sempat berbeda pilihan pada pilpres 2024 lalu, namun Prabowo dan Surya Paloh memiliki rekam jejak yang sama.
"Mereka lahir dari satu rahim yang sama, yaitu Golkar. Kalo tiba-tiba melihat Prabowo dan Surya Paloh yang sedang bercanda ria. Jadi, jika tiba-tiba mereka terlihat sangat dekat, menurutnya itu wajar,” cuit Jhon dalam media sosial X @Miduk17, pada Jumat (23/03).
Namun, yang menjadi pertanyaan adalah keberadaan Gibran Rakabuming Raka, wakil Prabowo dalam Pilpres.
Jhon menilai, ada dua momen penting di mana Gibran tidak dilibatkan.
Pertama, saat pidato kemenangan pasca pengumuman KPU, dan kedua, dalam pertemuan dengan Nasdem.
"Yang jadi pertanyaan, Gibran kemana? Dua moment penting Gibran tak dilibatkan," ucapnya.
Saat pidato kemenangan pasca pengumuman KPU dan pertemuan dengan NasDem.
Jhon menilai alasan Gibran tidak dilibatkan mungkin karena fokusnya sebagai Walikota Solo.
Namun, menurutnya, alasan tersebut kurang masuk akal karena Prabowo sendiri juga masih bertugas sebagai Menteri Pertahanan.
"Jika alasan Gibran adalah karena fokus sebagai walikota Solo, rasanya kurang masuk akal sebab Prabowo juga masih bertugas sebagai Menteri Pertahanan," tukasnya.
Lebih lanjut, Jhon juga mengomentari kunjungan Jokowi ke beberapa tempat termasuk ke Demak yang dilakukan tanpa kehadiran Prabowo.
"Kunjungan Jokowi ke beberapa tempat termasuk ke Demak juga minus Prabowo," sebutnya.
Biasanya, kata Jhon, Jokowi selalu memboyong Prabowo ke daerah-daerah, namun belakangan ini terlihat sendiri.
Baca Juga: Soal Peluang Bergabung di Kabinet Prabowo-Gibran, Begini Kata Anies Baswedan
"Jokowi selalu memboyong Prabowo ke daerah-daerah, mengapa sekarang jadi bermain sendiri-sendiri?," tandasnya.
Menurut Jhon, hal ini menjadi menarik untuk diikuti karena Surya Paloh juga memiliki alasan kuat untuk dendam kepada Jokowi.
Hal ini terkait dengan dua kader terbaiknya yang dipenjara oleh Jokowi lewat KPK.
"Menarik untuk diikuti, karena Surya Paloh juga punya alasan kuat untuk dendam ke Jokowi karena dua kader terbaiknya dipenjarakan oleh Jokowi lewat KPK," imbuhnya.