Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cinta Budaya Lokal, Formi Gelar Lomba Permainan Tradisional

I Putu Suyatra • Sabtu, 14 Maret 2020 | 17:35 WIB
Cinta Budaya Lokal, Formi Gelar Lomba Permainan Tradisional
Cinta Budaya Lokal, Formi Gelar Lomba Permainan Tradisional


DENPASAR, BALI EXPRESS – Guna meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap permainan tradisional, Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) menggelar lomba permainan tradisional. Lomba dilaksanakan di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Puputan Badung.


Pagelaran lomba tradisional ini diikuti 800 peserta dari 32 sekolah di Kota Denpasar. Ada empat cabang olahraga yang dilombakan, yakni lomba terompah, lomba enggrang (tajog), lomba dedumplak dan hadang. Masing-masing perwakilan putra dan putri pun tampak antusias mengikuti kegiatan. Suara riuh dari para supporter turut membangun semangat peserta lomba.


Peserta lomba dari SMP Ganesha Denpasar I Putu Gede Sheva Perdana Putra bersama Agus Artha, mengaku begitu antusias mengikuti lomba permainan tradisionalnya. Dengan berbalut tanah dan bercucuran keringat, mereka mangaku mengenang masa kecil saat belum ada gadget. “Seru banget. Mengenang masa lalu. Dulu waktu kecil sering main ini. Tapi tidak seseru sekarang. Dulu kan cuma sekedar main-main aja. Sekarang sudah dilombakan. Jadi ya lebih greget gitu,” kata mereka.


Sheva pun mengatakan, materi permainan tradisional ini sudah masuk dalam kurikulum mereka. “Kalau di sekolah ini sudah ada pelajarannya juga. Kalau ulangan sering muncul di soal juga,” katanya lagi.


Sementara itu, Kepala Kantor FORMI Denpasar Nyoman Sujati mengatakan, lomba permainan tradisional ini dilakukan untuk membangkitkan lagi budaya lokal, serta menambah kecintaan generasi muda terhadap permainan tradisional. “Jadi mengenalkan permainan tradisional ini kepada anak-anak. Hal ini juga mengacu pada UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang olahraga nasional, yang tujuannya memasyarakatkan olahraga,” jelasnya.


Selain mengenalkan permainan tradisional melalui lomba, FORMI Kota Denpasar juga telah melakukan sosialisasi ke 72 SMP di Denpasar. Pihaknya juga telah menghimbau kepada sekolah-sekolah untuk memasukkan materi permainan tradisional dalam kurikulum. “Sosialisasi juga sudah kami lakukan dengan mendatangi sekolah-sekolah. Dan untuk memasukkannya dalam kurikulum juga,” katanya.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #denpasar