BALI EXPRESS- Pemerintah Republik Ceko menolak pemegang paspor Rusia dan Belarus masuk wilayah mereka. Dampaknya, para atlet tenis yang berasal dari dua negara tersebut tidak bisa tampil di ajang WTA Tour Praha Terbuka (Prague Open).
Dikutip dari Jawapos.com, sudah ada satu atlet Rusia yang tidak disebutkan identitasnya mendarat di Praha. Namun, yang bersangkutan gagal melewati proses imigrasi. Sehingga ia kembali ke negaranya.
Baca Juga: Polemik OTT Kabasarnas, Ketua KPK Pastikan Sesuai Aturan
Setelah kejadian itu, pihak penyelenggara meminta para atlet dari kedua negara tersebut membatalkan keberangkatannya menuju tempat pelaksanaan turnamen tersebut.
”Kami telah meminta para atlet dari Rusia dan Belarus membatalkan penerbangan mereka,” kata Miroslav Maly, direktur turnamen Praha Terbuka.
Penolakan ini disinyalir masih ada kaitannya dengan invasi Rusia ke Ukraina. Padahal, atlet Rusia dan Belarus sebenarnya mendapat rekomendasi khusus dari WTA untuk masuk ke wilayah negara penyelenggara turnamen sebagai petenis netral.
Pemerintah Republik Ceko tak mengakui aturan WTA tersebut. Mereka memberlakukan aturan yang sama dengan Polandia.
Sebelumnya, pekan lalu petenis Rusia Vera Zvonareva juga gagal masuk Warsawa untuk ikut turnamen WTA. (*)
Editor : I Made Mertawan