DENPASAR, BALI EXPRESS - PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) tinggal 8 bulan lagi.
Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Bali pun mulai menatap serius PON XXI itu.
Tak tanggung-tanggung, pada PON XXI itu, MI Bali mulai memetakan target yakni mengincar emas dan perak.
Target itu meningkat 1 strip mengingat dalam PON Papua, Muaythai Bali hanya meraih sekeping perak.
Sekertaris Umum (Sekum) Pengprov MI Bali I Wayan Suwita mengatakan target emas dan perak pada PON 2024 itu berdasarkan kemampuan 4 atlet yang lolos saat BK PON 2023 lalu.
"Saat PON Papua kami hanya menyabet 1 medali perak saja. Tapi untuk PON 2024 ini kami mengincar 1 emas dan juga 1 perak," kata Suwita, Jumat, 5 Januari 2024.
Diuraikannya, ada pun empat atlet yang nantinya akan memperkuat Bali pada ajang bergengsi itu masing-masing Ni Ketut Dela Antari Putri yang turun pada kategori tanding 48 Kg.
Ni Made Lia Laksmiani turun pada kategori tanding 54 Kg, kemudian Luh Mas Sri Diana Wati turun pada kategori tanding 57 Kg.
Terakhir adalah Dex Mas Elga Anjassari Marta Dewi turun kategori Seni Ganda.
"Pada Babak Kualifikasi, ada tiga atlet Bali mendapat perunggu. Maka kami di MI Bali optimis bisa meraih target itu di PON Aceh dan Sumut," terang Suwita.
Guna mencapai hasil itu, dirinya saat ini sudah mulai ancang-ancang melakukan berbagai komunikasi dengan sejumlah pihak untuk pemusatan latihan bagi atlet yang lolos itu, termasuk sponsor.
Para atlet Muaythai Bali dijadwalkan menggunakan Bali MMA untuk pusat latihan.
"Sekarang ini masih pemusatan internal. Minimal latihan 3 sampai 4 kali dalam sepekan di Bali MMA itu. Jika nantinya sudah ada kepastian Pelatda Bali yang digelar KONI Bali, maka mereka sudah siap secara strategi, teknik dan taktik," tandas Suwita. (*)
Editor : I Made Mertawan