TABANAN, BALI EXPRESS - Ada yang cukup menarik dalam Kegiatan Bakti Sosial Bhayangkari Peduli yang dipimpin Ketua Bhayangkari Daerah Bali di Pantai Yeh Gangga Desa Sudimara Kecamatan Tabanan Kamis (24/8).
Selain dihadiri oleh pengurus dan anggota Bhayangkari Bali dan Tabanan bersama dengan masyarakat dan komunitas pencinta pantai, kegiatan ini juga diikuti oleh para bule.
Para bule itu memang sedang ada di Bali. Mereka berasal dari Yayasan Akasa Tabanan, selaku pemilik program voluntourism.
Kasi Humas Polres Tabanan ketika dikonfirmasi menyebutkan jika bakti sosial yang dilaksanakan tersebut memang melibatkan sukarelawan Bule dari Yayasan Akasa Tabanan.
"Ada 10 orang sukarelawan yang terlibat dalam kegiatan bersih Pantai di Pantai Yeh Gangga," jelasnya.
Keterlibatan sukarelawan bule ini, disebutkan Berata memang sudah terjadwal.
Selain itu para sukarelawan ini memang memiliki agenda untuk melakukan kegiatan sosial selama mereka menjadi sukarelawan di Tabanan.
Sementara itu, Ni Ketut Sri Ariani Pendiri, Ketua Yayasan Akasa Tabanan ketika ditemui di Yayasan Akasa di Tabanan, menyebutkan kegiatan bersih Pantai ini memang menjadi salah satu bagian dari program yang dari Yayasan Akasa.
"Bersih Pantai merupakan salah satu proyek yang kami sediakan untuk program yang bisa mereka ambil selama mengikuti program voluntourism kami," jelasnya.
Untuk diketahui, voluntourism atau Volunteer Tourism adalah konsep pemberdayaan dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Di dalamnya terdapat unsur keterlibatan wisatawan untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan pariwisata dengan kemampuan (skill) serta jiwa sosial (suka rela membantu).
Ini adalah tren pariwisata yang sudah berkembang sejak tahun 1998 lalu di Nevada.
Lebih lanjut dikatakan Ariani, untuk kegiatan Voluntourism di Yayasan Akasa ada beberapa aktivitas sosial yang bisa dipilih dan dilakukan oleh siswa Asing ini, antara lain, Teaching and Child Care, Wildlife, mangrove conservation, Sea Turtle Conservation.
Dengan durasi waktu per paket kegiatan mulai dari 1 Minggu sampai dengan 8 Minggu, para sukarelawan ini akan mengikuti kegiatan sesuai dengan jadwal dari Senin sampai Kamis dengan jadwal yang ketat.
Karena ini sudah tertuang dalam MoU yang disepakati. Sedangkan untuk akhir pekan adalah hari libur bagi para siswa asing ini.