MANGUPURA, BALI EXPRESS-Gending Rare ‘Ratu Anom’ sudah tidak asing lagi di pelosok Bali. Namun, tidak banyak yang tau siapa penciptanya. Kebanyakan orang yang mendengar ataupun mengcover lagu itu, hanya mencantumkan NN pada kolom pencipta, yang artinya No Name. Belakangan, terungkap lagu ‘Ratu Anom’ ternyata ciptaan I Gusti Ngurah Made Agung, Raja Badung VI.
Salah satu tokoh Puri Agung Denpasar, Anak Agung Ngurah Wira Bima Wakrama kepada Bali Express (Jawa Pos Grup) menuturkan, bahwa setiap bait lagu ‘Ratu Anom’ memiliki makna yang mendalam. Karena lagu tersebut secara umum menceritakan sosialisasi karya sastra yang dibuat I Gusti Ngurah Made Agung, Raja Badung IV.
“Secara umum lagu itu sebenarnya menceritakan tentang sosialisasi tentang karya sastra yang dibuat I Gusti Ngurah Made Agung. Karya sastra yang dimaksud dalam lagu itu, yakni lontar-lontar yang dibuat oleh beliau. Kebanyakan isinya tentang piteket atau filsafat,” katanya, saat ditemui di Puri Agung Denpasar, Rabu kemarin (5/8).
Pria yang akrab disapa Turah Bima ini, mengaku, ada tujuh lontar yang merupakan karya sastra sang pencipta lagu ‘Ratu Anom’ tersebut. Karya sastra itu pun kini tersimpan di Fakultas Sastra, Universitas Udayana. “Ada tujuh lontar. Sekarang masih ada di Unud untuk digunakan sebagai media edukasi untuk mahasiswa,” ungkapnya.
Sembari berirama, Turah Bima menjelaskan bait demi bait makna lagu ‘Ratu Anom’. Menurut Turah Bima, ‘Ratu Anom’ yang dimaksud dalam lagu tersebut adalah kaum pemuda dan masyarakat yang berada di wilayah Kerajaan Badung. Sedangkan ‘Matangi Mailen-ilen’ berarti bangun dan sadar. Sebuah kalimat kiasan yang mengharapkan kepada rakyat untuk sadar dan bersiap untuk membangun negara.
Kemudian bait ‘Dong Pirengin Munyin Sulinge di Jaba’, memiliki makna ayo dengarkan suara suling di halaman. Kalimat kiasan yang mengimbau rakyat untuk mendengarkan informasi dari kerajaan. Suara suling diartikan sebagai suara yang merdu, suara yang indah untuk didengarkan. Suara indah yang dimaksud, yakni bait-bait indah dari karya-karya sastra raja yang sarat dengan ajaran-ajaran kemanusiaan, kemasyarakatan, budi pekerti, keagamaan dan kenegaraan.
Sementara bait ‘Di jaba’, diartikan informasi tersebut disampaikan di halaman puri atau keraton. Lalu bait ‘Nyen Ento Manyuling di Jaba Tengah’, atau siapa dia yang mengalunkan suara suling di halaman tengah, merupakan kalimat kiasan yang menyiratkan sebuah pertanyaan tentang siapakah yang sebenarnya menyampaikan informasi di halaman tengah keraton? Lalu bait ‘Gusti Ngurah Alit Jambe Pemecutan,’ merupakan nama lain atau alias dari pemberi informasi. Kata ‘Alit’ yang dimaksud adalah bahwa beliau adalah ‘raja pengganti’.
Seperti diketahui, setelah Raja Denpasar V wafat karena sakit dan putra mahkota yang seharusnya menggantikan beliau masih kecil atau masih dibawah umur, maka oleh rapat kerajaan diputuskan untuk menunjuk ‘raja pengganti’ yang dapat memimpin Kerajaan Badung. Maka oleh rapat kerajaan, ditunjuklah adik tiri Raja Denpasar V, yaitu I Gusti Ngurah Made Agung sebagai Raja Denpasar VI sampai Putra Mahkota Raja Denpasar V siap mengemban tugas sebagai raja. Tetapi dalam perjalanan sejarah, terjadi Perang Puputan Badung.
Sedangkan pada bait ‘Jambe Pemecutan’ menyiratkan pesan, bahwa beliau secara biologis adalah berdarah Jambe, dan secara hukum beliau adalah Pemecutan. Trah Jambe Pemecutan dimulai sejak dinasti Raja Denpasar II sampai sekarang.
“Jadi secara lengkap, artinya kurang lebih seperti ini. Para pemuda Badung jangan hanya duduk diam. Mari bangkit sadarkan diri, berbuat untuk kemajuan daerah. Yang dimaksud suara indah dan merdu bagai seruling itu adalah karya sastra beliau. Karya sastranya kebanyakan berupa piteket atau falsafah-falsafah kehidupan, yang ditulis berupa lontar. Banyak tentang humaniora, bagaimana bermasyarakat yang baik. Siapakah orang yang membuat karya sastra itu di luar sana, tidak lain adalah Tjokorda Mantuk Ring Rana (ia yang gugur di medan perang) I Gusti Ngurah Made Agung. Nama kecilnya adalah I Gusti Ngurah Alit Djambe Pemecutan. Sebab beliau adalah keturunan Jambe yang juga punya darah Pemecutan,” pungkasnya.
Lirik Lagu ‘Ratu Anom’ Ciptaan Raja Badung VI
Ratu Anom Matangi Mailen-ilen
Ratu Anom Matangi Meilen-ilen
Dong Pirengang Munyin Sulinge di Jaba
Dong Pirengang Munyin Sulinge di Jaba
Nyen Ento Manyuling di Jaba Tengah
Nyen Ento Manyuling di Jaba Tengah
Gusti Ngurah Alit Djambe Pemecutan
Gusti Ngurah Alit Djambe Pemecutan
Editor : I Komang Gede Doktrinaya