Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Air Keruh Setelah Hujan, Pelanggan PDAM Surabrata Komplin

I Komang Gede Doktrinaya • Jumat, 14 Agustus 2020 | 00:52 WIB
Air Keruh Setelah Hujan, Pelanggan PDAM Surabrata Komplin
Air Keruh Setelah Hujan, Pelanggan PDAM Surabrata Komplin

TABANAN, BALI EXPRESS - Air PDAM yang keruh di wilayah Banjar Surabrata, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, kembali dikeluhkan. Menurut warga, keluhan sudah sering kali disampaikan kepada pihak PDAM.



Kelian Dinas Banjar Surabrata, I Ketut Semadi, menyampaikan, air PDAM yang mengalir ke wilayahnya sering kali keruh, terutama usai hujan turun. Kondisi itu pun sudah sering dilaporkan kepada petugas terkait, bahkan juga sudah pernah diberitakan di media, namun hal itu masih saja terjadi. "Sejak pagi tadi (kemarin) airnya keruh, kalau setelah hujan turun,pasti airnya keruh," ujarnya, Kamis (13/8).


Kondisi tersebut membuat masyarakat setempat kesal, apalagi pagi hari semuanya memulai aktivitas dan membutuhkan air. Namun, karena air yang keruh, maka tak sedikit masyarakat harus membeli air galon untuk dikonsumsi, bahkan untuk mandi. "Kondisi ini sudah sering terjadi, apa tidak ada solusinya," pungkasnya.


Terkait hal tersebut, Kepala Unit Selemadeg Perumda Air Minum Tirta Amertha Buana, I Gusti Made Sukadana, menjelaskan, kondisi tersebut terjadi akibat hujan lebat yang turun, Rabu sore sehingga menyebabkan Sungai Balian banjir. "Karena banjir, air yang masuk ke pipa kita juga sudah dipenuhi lumpur, jadi kita tidak bisa memompa air, dan  otomatis pasokan airnya berkurang dan sedikit keruh," jelasnya.


Namun, karena sudah malam hari, maka pembersihan reservoir dan pengurasan jalur distribusi  Lalanglinggah Kamis pagi. Dan, saat ini kondisi air sudah kembali normal. "Ini karena faktor alam dan kami sudah menindaklanjuti dengan melakukan pengurasan bak ,sehingga saat ini air yang mengalir ke pelanggan sudah kembali normal," tandasnya.

Editor : I Komang Gede Doktrinaya