AMLAPURA, BALI EXPRESS – Penularan Covid-19 masih jadi ancaman. Meski begitu, pelaksanaan upacara Usaba Dalem di Pura Dalem Puri Besakih, Karangasem tetap jalan. Agar aman, pelaksanaannya tetap memerhatikan protokol kesehatan (Prokes).
Area sembahyang di Pura Dalem Puri telah dipasangi pembatas. Tujuannya agar umat yang datang tahu posisi yang aman. Jarak antara umat satu dengan yang lain diatur sekitar 2 meter dan diberi tanda area kotak berwarna kuning.
Pemangku Pura Dalem Puri Besakih I Gusti Mangku Suandi mengatakan, pemasangan pembatas itu penting agar pamedek mengetahui batas posisi sembahyang. Ini menghindari terjadinya kerumunan. Sebab, sesuai imbauan pemerintah, jumlah orang yang berada di tempat ibadah juga dibatasi.
Ada beberapa garis pembatas yang dibuat. "Kami mengikuti imbauan pemerintah terkait penerapan prokes. Pamedek yang tangkil juga jumlahnya sedikit. Umat diimbau sembahyang dari rumah masing-masing dan nunas tirta (mohon air suci) juga melalui perwakilan masing-masing desa adat," ucap Gusti Mangku Suandi, kemarin (15/1).
Puncak Usaba Dalem di Pura Dalem Puri Besakih bertepatan rahina Soma Wage Dukut, Senin (18/1). Pelaksanaan selama 7 hari dari Buda Wage Klawu, Rabu (13/1), hingga Anggara Kliwon, Dukut, Selasa (19/1). Rencana pelaksanaan Usaba telah diperhitungkan matang melalui paruman (rapat) di Sekretariat Daerah Karangasem, pekan lalu.
Seorang pamedek, Putu Nanda mengapresiasi pangempon pura yang telah memperhatikan penerapan Prokes di pura. Dengan membuatkan batas, pelaksanaan upacara dan sembahyang diakui lebih nyaman demi pencegahan dan penyebaran virus Covid-19.
Nanda menilai pelaksanaan upacara kondusif lantaran tidak membeludak seperti tahun sebelumnya. "Umat kemungkinan menimbang situasi sampai berdesak-desakan. Tapi, sekarang sedikit, mungkin karena ada imbauan ngayeng dari merajan masing-masing," akunya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya