MANGUPURA, BALI EXPRESS - Menyambut kontestasi politik di 2024, Pemkab Badung tetap akan menggelar lomba ogoh-ogoh.
Meski demikian dalam pelaksanaannya nanti akan ada batasan-batasan atau rambu-rambu yang harus diterapkan. Hal tersebut diakui oleh Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gde Eka Sudarwitha, Senin (6/11).
Menurut Sudarwitha, lomba dan parade ogoh-ogoh akan dikemas secara menarik dan berkelas. Bahkan ia menegaskan lomba dan parade di tahun 2024 akan lebih menarik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Nanti ada rambu-rambunya (pembuatan ogoh-ogoh) apakah tidak boleh melambangkan figur politik, alat peraga kampanye. Saya kira Sekaa Teruna di Badung sudah sangat memahami kebijakan itu,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau para Sekaa Teruna dan desa adat untuk menggelar parade maupun lomba di masing-masing desa. Kemudian waktu pelaksanaannya pun dibatasi, yakni maksimal hingga pukul 23.00 Wita. “Kami akan menghibau Sekaa Teruna dan desa adat untuk membuat lomba di tempat khusus, di lapangan desa atau jalan utama desa,” ungkapnya.
Melalui pembatasan ini, Sudarwitha berharap tetap dapat meningkatkan kreativitas Sekaa Teruna untuk menampilkan karya terbaik. “Jam kegiatannya juga dibatasi, karena yang terbatas akan menimbulkan kreativitas,“ ucap mantan Camat Petang tersebut.
Lebih lanjut pihaknya menambahkan, Pemkab Badung masih akan memberikan bantuan kepada Sekaa Teruna senilai Rp 15 juta. Pelaksanaan lomba di wilayah desa adat nantinya akan menjadi pertimbangan juga dalam pemberian nilai lomba ogoh-ogoh yang diselenggarakan Disbud Badung.
“Tetap dilombakan di masing-masing desa adat agar keseluruhan komponen usia bisa menikmati. Penilaian nanti dikolaborasikan dengan event di desa, kalau tidak menggelar event di desanya nilainya dikurangi,” jelasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana