BALIEXPRESS.ID — Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kabupaten Buleleng, Gede Harja Astawa, menyatakan sikap tegas menolak rencana bergabungnya Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, ke Partai Gerindra. Penolakan ini disampaikan Harja Astawa pada Kamis (6/11/2025).
Harja Astawa, yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Bali, mengungkapkan bahwa meskipun Gerindra merupakan partai terbuka, keterbukaan tersebut harus disertai ketulusan, komitmen, dan loyalitas terhadap perjuangan partai.
Baca Juga: Gerindra Denpasar Tegas Tolak Rencana Bergabungnya Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi
“Ya, kami tentu mengapresiasi keinginan itu. Karena partai Gerindra adalah partai yang bersifat terbuka tapi punya prinsip untuk niat tulus, perjuangan, dan loyalitas” ujar Harja Astawa.
Menurutnya, Gerindra bukan sekadar wadah politik, tetapi rumah perjuangan ideologi dan loyalitas terhadap rakyat serta pimpinan partai.
Baca Juga: BRI Salurkan BLTS Kesra Rp4,4 Triliun kepada 4,9 Juta Keluarga, Dukung Pemerataan Ekonomi Nasional
Karena itu, setiap tokoh yang ingin bergabung harus menunjukkan semangat perjuangan yang sejalan dengan garis organisasi.
“Saya sebagai Ketua DPC Gerindra Buleleng menolak yang bersangkutan untuk bergabung. Bukan secara pribadi, tapi sebagai kader, kami ingin menjaga marwah perjuangan,” tegasnya.
Baca Juga: Kurikulum Berbasis Industri: Strategi Efektif Mencetak Pemimpin Masa Depan yang Kompeten
Ia menambahkan bahwa Gerindra tidak menerima kehadiran figur yang datang hanya pada momentum politik tertentu. Siapa pun yang ingin masuk ke partai harus memiliki komitmen jangka panjang terhadap cita-cita perjuangan Gerindra.
Pernyataan tegas Harja muncul setelah Budi Arie Setiadi, Ketua Umum relawan Projo, menyatakan niat bergabung ke Partai Gerindra dalam agenda internal Projo. Niat tersebut disampaikan Budi Arie saat memberikan pidato pembukaan Kongres III Projo di Jakarta, Sabtu (1/11/2025), yang turut dihadiri sejumlah tokoh politik nasional.
Editor : Wiwin Meliana