Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jalin Interaksi Antar Generasi, Ogoh-ogoh Karya ST Tunas Muda Jadi Odong-odong

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 25 Februari 2026 | 17:06 WIB

Ogoh-ogoh karya ST Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Sidakarya yang disulap menjadi odong-odong.
Ogoh-ogoh karya ST Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Sidakarya yang disulap menjadi odong-odong.

BALIEXPRESS.ID- Ogoh-ogoh merupakan salah satu karya yang tidak terlepas dari pelaksanaan pengerupukan dalam menyambut Hari Raya Nyepi.

Namun konsep berbeda pun ditunjukkan oleh Sekaa Teruna Tunas Muda, Banjar Dukuh Mertajati, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, yakni dengan membuat ogoh-ogoh menjadi odong-odong.

Hal ini dilakukan lantaran ingin mendekatkan diri dengan seluruh kalangan masyarakat.

Odong-odong yang dibuat pun dapat dinaiki oleh anak-anak dengan berat badan maksimal 25 kilogram.

Tak hanya satu, ada lima ogoh-ogoh berkukuran kecil yang dapat ditunggangi. Kelimanya berbentuk, orang hutan, harimau, gajah, badak, dan rusa.

Dari pemantauan yang dilakukan, karya yang cukup unik ini tidak hanya ada odong-odong, karya ST Tunas Muda ini juga menggunakan teknologi, yakni TV LED.

Ketua ST Tunas Muda, Kadek Dwijaya Putra mengatakan, untuk tahun ini menggarap sebuah karya yang berbeda dengan tema isu sosial.

Dirinya pun ingin memberikan kritikan terhadap kerusakan alam oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kiritkan ini terhadap kerusakan lingkungan yang akhir-akhir ini terjadi karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Dwi, Rabu (25/2).

Ia menyebutkan, ogoh-ogoh ini dibuat dengan bahan ramah lingkungan dan bahan bekas.

Dirinya pun ingin menyampaikan pesan kepada pemerintah karena belum dapat menyelesaikan masalah sampah.

Ogoh-ogoh ini dirancang sejak Agustus 2025 dari konsep yang diberikan oleh Made Putra alias Bobik.

“Kami juga menggabungkan teknologi berupa LED,” ungkapnya.

Dirinya pun tak memungkiri ada karya yang menjadi ikonik, yakni odong-odong dari ogoh-ogoh.

Tujuannya membuat adalah untuk menarik interaksi masyarakat Denpasar.

“Kami juga membuat sayembara, siapa pun yang bisa menebak konsep ogoh-ogoh kami. Kami akan membwrikan penghargaan berupa merchandise,” jelasnya.

Dwi pun menerangkan, odong-odong ini dapat dinaiki oleh anak-anak dengan berat maksimal 25 kilogram.

Bahkan tidak ada biaya yang dikenakan alias gratis untuk satu sesi bermain.

“Yang ingin menaiki odong-odong ini digratiskan untuk masyarakst umum,” paparnya.

Sementata Sekretaris ST Tunas Muda, Komang Bagus Udiyana menyatakan, ogoh-ogoh ini memang dibuat untuk meningkatkan interaksi dengan masyarakat, khususnya di Kota Denpasar.

Hal ini pun dilakukan untuk mengetahui respon masyarakat dari karya tersebut.

“Kenapa kami memilih odong-odong ? Odong-odong itu kan sarana permainan anak-anak. Kami ingin memberitahu generasi muda supa lebih instens interaksinya kepada kami,” ungkap Udiyana.

Odong-odong ini pun dinilai, secara tidak langsung akan mengaet seluruh kalangan masyarakat.

Sebab ia menyebutkan, anak-anak yang datang dipastikan akan mengajak orang tuanya.

Sehingga ST Tunas Muda dapat menggali rsspon masyarakat.

“Odong-odong ini diperuntukkan untuk memberikan kebahagiaan anak-anak. Jadi kami ingin mengait seluruh kalangan masyarakat, tidak hanya remaja yang saat ini sedang gencarnya menggarap ogoh-ogoh,” jelasnya.

Disinggung terkait target juara, Udiyana menjelaskan tidak memasang target tertentu.

Sebab dirinya bersama seluruh ST ingin menunjukkan yang terbaik hasil karyanya.

“Untuk juara itu bonus, yang penting karya kami bisa diterima oleh masyarakat luas,” pungkasnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#ogoh-ogoh #odong-odong #denpasar #Sekaa Teruna #tunas muda