GIANYAR, BALI EXPRESS - Meski di tengah pandemi Covid-19, bukan berarti semangat inovasi warga Desa Batuan Kaler, Gianyar menjadi tidak ada gairah. Justru di masa pandemi ini, mereka merancang dan mempersiapkan desanya mejadi desa wisata. Mulai dari alam, penataan infrastruktur hingga cagar budaya yang ada.
Perbekel Desa Batuan Kaler, I Wayan Suarma, akhir pekan kemarin, mengatakan, Desa Batuan Kaler masih dalam persiapan menuju desa wisata.
Pria yang juga seniman patung ini, menyampaikan, sejauh ini pihaknya telah mempersiapkan beberapa obyek yang akan dijadikan jalur destinasi desa wisata.
Beberapa hal yang dipersiapkan, mulai dari jalur tracking, kuliner, dan cagar budaya. “Saat ini kami tengah mempersiapkan jalur tracking, yang jalurnya menuju pura yang ada di desa ini. Kemudian ada juga penataan agro wisata pertanian, hingga berbagai kuliner yang ada di sepanjang desa ini. Salah satunya dengan adanya kuliner jajan khas Bali,” jelasnya.
Semuanya masih digodok, dan selanjutnya akan diserahkan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Batuan Kaler untuk dikelola. Dengan adanya desa wisata nanti, diharapkan dapat membantu pemasukan pendapatan asli desa. “Tidak kalah pentingnya, juga kami geber terkait kebersihan desa kami dari berbagai sampah. Mulai sampah plastik maupun plastik organik yang membuat pemandangan tidak nyaman,” sambungnya.
Suarma mengakui jajan Bali jadi ciri khas Desa Batuan Kaler. Ada jajan Sagon dan jajan gula Bali lainnya. Mulai dari Laklak dan Kelepon. “Meskipun tidak semua asli dari sini, namun ada yang menjualnya dengan rasa yang khas dan lebih lembut. Istilahnya sudah dikembangkan dalam penyajian, cara memasak dan resepnya juga beda. Sementara dari cagar budayanya kami hanya lebih menonjolkan situs cagar buda yang sudah ada ,” tandasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya