Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Korban Serangan Kera Liar di Desa Pandak Gede Bertambah

I Putu Suyatra • Rabu, 20 September 2017 | 17:06 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, TABANAN – Kera liar kembali menyerang warga di Banjar Pasti, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa kemarin (19/9). Diduga kera tersebut adalah kera yang sama yang sebelumnya sempat menyerang tiga orang warga di Banjar Kebon, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan.


Ni Luh Made Kusuma Dewi, 50, hanya bisa menahan sakit setelah kepalanya mengalami luka akibat diserang kera liar. Wanita yang sehari-harinya berdagang di depan rumahnya itu menuturkan, sebelum di serang kera sekitar pukul 10.00 Wita, ia tengah asyik majejaitan sambil menunggui dagangannya. Sehingga tidak menyadari kera liar tersebut ada di dekatnya.


Tiba-tiba saja dari arah belakang ada yang memegang kepalanya dengan tangan, ia pun kemudian meraba tangan yang ia kira sang anak. Namun alangkah terkejutnya korban saat merasakan bulu dari tangan yang ada di kepala tersebut sehingga korban berteriak dan ternyata seekor kera telah bertengger di kepalanya.


Kera yang ikut terkejut atas teriakan korban langsung menggigit bagian belakang kepala korban dan kemudian kabur setelah korban terus berteriak memanggil sang suami. “Awalnya saya kira anak saya yang memeluk saya dari belakang, tapi kok tumben memegang kepala? Waktu saya pegang tangannya ternyata berbulu dan saat saya teriak dia (kera,Red) langsung menggigit kepala saya,” ungkapnya.


Setelah kera liar itu kabur, suami korban I Ketut Sutirtayasa langsung membawa korban ke UGD BRSU Tabanan untuk mendapatkan penanganan atas luka yang dialami. Alhasil korban mendapatkan 18 jaritan di kepalanya karena luka yang cukup panjang. Leher sebelah kiri korban juga terdapat luka bekas goresan kuku dari kera liar tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh di BRSU Tabanan, korban yang mengalami luka sepanjang 10 x 2 sentimeter itu pun sudah diberikan VAR (Rabipur). “Setelah diberikan perawatan luka, istri saya juga diberikan vaksin dan sudah diperbolehkan pulang,” ungkap Sutirtayasa.


Dirinya menuturkan saat kejadian warung memang dalam keadaan sepi, hanya ada sang istri yang sedang mejejaitan sedangkan ia sedang ada di kebun belakang rumah. Menurutnya, di sekitar rumahnya memang sering kali terlihat kera namun tidak sampai menyerang, terlebih ketika melihat dirinya kera langsung lari karena ia kerap kali membawa senapan angin. “Disekitar rumah memang sering kali terlihat kera tetapi tidak pernah menyerang, paling hanya ada diatas pohon atau melompat saja, dan kalau melihat saya kera itu langsung lari karena sering melihat saya membawa senapan angin. Ada kera yang sering terlihat adalah kera yang matanya terluka sebelah, kalau kera yang menyerang istri saya berbeda, badannya besar,” lanjutnya.


Ia dan sang istri sendiri saat ini memang memelihara seekor kera yang diletakkan di dalam kandang, namun ia sendiri tidak bisa memastikan apakah kera liar yang menyerang sang istri datang untuk mencari kera peliharaannya atau tidak. Kera itu dipelihara dua tahun belakangan ini, dimana dulunya memang kera liar tetapi jinak dan sering datang kerumahnya lalu tidak mau pergi.


“Malah selama ini saya mengantisipasi serangan kera dengan benar-benar mengawasi cucu saya yang masih kecil dan ternak, tetapi ternyata istri saya yang diserang,” tandasnya.


Kelian Adat Banjar Pasti I Ketut Suweta mengatakan bahwa atas kejadian tersebut ia langsung memberikan pengumuman kepada seluruh warga Banjar Pasti untuk meningkatkan kewaspadaan terlebih terhadap anak-anak agar tidak ada lagi korban berikutnya. “Jangankan anak-anak, orang dewasa saja bisa diserang. Maka dari itu langsung berikan himbauan kepada masyarakat untuk waspada,” ujarnya.


Dirinya menambahkan, kera peliharaan korban sejatinya akan dijadikan umpan untuk menangkap kera liar yang sering berkeliaran di sekitar Banjar Pasti, terlebih sebelumnya kera liar juga telah menyerang tiga orang warga di Banjar Kebon yang bersebelahan dengan Banjar Pasti. “Tetapi belum sempat kita jadikan umpan, kera sudah menyerang warga kami,” imbuhnya.


Bersama warga, ia pun akan melakukan upaya penangkapan kera liar tersebut termasuk dengan cara menggunakan umpan kera betina. “Kita akan pancing kera itu segera, mungkin nanti malam. Termasuk juga akan berkoordinasi dengan Banjar Pangkung maupun Banjar Kebon karena memang satu jalur ,” pungkasnya.


Perbekel Desa Pandak Gede, I Gede Putu Suciartha yang juga langsung melihat kondisi korban mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Tabanan untuk menentukan langkah terkait serangan kera liar tersebut karena sudah sangat meresahkan warga Desa Pandak Gede sejak tiga bulan terakhir.


Ia menyebutkan kasus serangan kera pertama terjadi di Banjar Pangkung dengan korban Ni Ketut Kersi, 65, yang digigit pada bagian tangannya. Bahkan karena mengalami pendarahan serius dan menderita penyakit, korban harus di opname dan meninggal dunia dua minggu kemudian. Lalu kembali terjadi di Banjar Kebon dengan tiga orang korban, dua diantaranya anak-anak, dan kini kembali terjadi Banjar Pasti. Pihaknya pun tidak ingin korban bertambah lagi.


“Dari sejak kasus pertama kami sudah berkoordinasi dengan Pecalang, Linmas dan warga namun memang belum ada hasilnya. Saat di Banjar Pangkung kera liar itu bahkan sudah sempat tertembak namun mengenai mata saja,” paparnya.


Sementara itu Kepala Seksi Rehabilitasi dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika ditemui di lokasi mengatakan jika pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Bidang Peternakan di Dinas Pertanian Tabanan untuk menentukan langkah selanjutnya. “Kami akan berkoordinasi dengan Bidang Peternakan karena menyangkut hewan agar sesegera mungkin kita bisa ambil tindakan guna mengantisipasi jatuhnya korban lagi,” tegasnya.


Pihaknya sendiri sudah berupaya melakukan perburuan terhadap kera liar di Banjar Kebon beberapa waktu lalu namun hasilnya nihil. Berdasarkan informasi di lapangan, di sebelah timur Banjar Pangkung, Banjar Kebon, dan Banjar Pasti yang merupakan tegalan serta sungai Yeh Sungi memang terdapat habitat kera, bahkan sering kali masuk ke pemukiman warga. Namun belakangan ini muncul kera agresif yang bertubuh besar dan menyerang warga, sayangnya meskipun warga sudah berburu, dan BKSDA Provinsi Bali turun, kera itu belum juga tertangkap. 

Editor : I Putu Suyatra
#tabanan