BALI EXPRESS, RENDANG - Lebih dari sepekan Gunung Agung di Karangasem berstatus Awas. Apa yang akan terjadi pada Gunung tertinggi di Bali, ini pun masih misterius. Apakah bakal jadi erupsi atau akan kembali polos seperti sebelumnya.
Untuk mengetahui dengan lebih dekat visual Gunung Agung, Minggu siang (1/10) Kabid Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM, Gede Suantika berencana melihat dengan lebih dekat Gunung Agung melalui helikopter. Ini tampak saat Suantika yang langsung meluncur ke Amankila Hotel Manggis, Karangasem untuk naik helikopter menuju puncak Gunung Agung.
"Ya ini rencana mau lihat dari dekat Gunung Agung. Kami akan berusaha naik untuk lebih dekat ke puncak gunung," ucapnya.
Sambil bergegas meninggalkan Pos Pemantauan Gunung Agung di Rendang, Suantika mengungkapkan kemungkinan besar helikopter yang akan dinaikinya itu hanya akan berada di ketinggian 2.000 meter, dari tinggi gunung yang sekitar 3.142 meter. "Tapi sepertinya helikopter naik hanya sampai 2.000 meter, dari tinggi gunung sekitar 3.000 meter," terangnya.
"Jadi kemungkinan tak sampai ke puncak kawah. Karena itu cukup berbahaya," sambungnya.
Dijelaskan olehnya dengan bisa lebih dekat dari puncak Gunung Agung, BVMBG berharap bisa melihat langsung kondisi Gunung Agung termasuk mengambil beberapa gambar yang diperlukan.
Sementara itu pantauan dari Pos Pemantauan Gunung Agung di Rendang, Karangasem, sejak pagi hingga siang ini tampak diselimuti kabut tebal.
Editor : I Putu Suyatra