BALI EXPRESS, DENPASAR - Pentas Cosplay yang dikemas dengan istilah Cosunite kembali digelar pada Minggu (22/10) kemarin di Plaza Renon, Denpasar. Kali ini, event yang diselenggarakan Xoxo Manajeman yang bekerjasama dengan Plaza Renon, ini telah memasuki tahun ke-6. Dalam pelaksanaan ke-6 ini terdapat sedikit perbedaan didalamnya, yakni kegiatan dikemas dengan lomba Cosplay yang diikuti 8 tim dan Pawai yang diikuti oleh 50 Peserta.
Ketua Panitia, Jonathan yang dijumpai seusai acara mengatakan bahwa Cosplay merupakan salah satu kreatifitas dalam bidang seni pertunjukan. Dimana, para penggemarnya memainkan berbagai tokoh kartun dari beberapa animasi di Negara Jepang. Sehingga dalam sajianya di atas panggung pemain terlihat seperti anime aslinya ketika tampil di televisi.
Menurut Jonathan, kegiatan ini telah beberapa kali dilaksanakan dan kali ini memasuki pelaksanaan yang keenam. Selain itu, pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan wadah kepada para Cosplay di Kota Denpasar menunjukan kemampuan dan bakatnya. “Ini mrupakan kegiatan kreatif untuk memberikan ruang bagi penggemar Cosplay untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan,” terangnya.
Dalam kegiatan ini, tim juri menilai seditail mungkin penampilan dari seluruh Cosplay. Adapun yang paling signifikan adalah pemain mampu membawakan peran sebagaimana aslinya. “Misalnya, dalam peran anime membawa biola, dalam cosplay juga wajib bisa memainkan biola,” jelasnya.
Walaupun seni ini masih belum banyak diketahui masyarakat, Jonathan masih optimis masih banyak peminatnya di masa mendatang. Sehingga pihaknya berharap kedepanya masih diberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan ini kembali. “Sehingga lebih tersedia banyak ruang bagi cosplay untuk menunjukan kebolehanya,” ungkapnya.
Sementara, salah seoarang peserta, Ayu Sanjani yang mengambil peran Silvy dari anime umaru mengatakan telah sering mengikuti kegiatan semacam ini. Sehingga untuk memerankan beberapa tokoh sudah menjadi kebiasaan. Hanya saja, dalam setiap penampilanya Sanjani selalu mencoba peran atau karakter baru untuk dipelajari, sehingga kedepan memiliki kemampuan memainkan berbagai jenis karakter.
Terkait dengan juara, pihaknya tidak terlalu mengharapkan, namun yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mendalami dan memainkan peran sebaik mungkin. Sehingga penonton dapat menikati cosplay dengan baik. “Dan tentunya penonton terbawa suasana anime aslinya di Jepang, itu baru dapat dikatakan berhasil memainkan peran atau karakter,” tandasnya.
Editor : I Putu Suyatra