Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Setelah Putus karena Pacar Nyari Sentana, Anak Semata Wayang Hilang

I Putu Suyatra • Jumat, 9 Februari 2018 | 17:56 WIB
Setelah Putus karena Pacar Nyari Sentana, Anak Semata Wayang Hilang
Setelah Putus karena Pacar Nyari Sentana, Anak Semata Wayang Hilang

BALI EXPRESS, TABANAN - Warga Banjar Pegubugan Kangin, Desa Pesagi, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Kamis (8/2), geger . Pemicunya, seorang pemuda setempat, I Gede Adi Merta Yasa,21 hilang. Pria itu pamit pada ibunya, Ni Wayan Ernilawati, 45 untuk mencari ulungan duren (buah durian yang jatuh Red-). Tetapi hingga pukul 08.00 wita tidak balik ke rumah. Korban hilang “bersama” sebotol obat pembasmi rumput. Dan itu terjadi tiga hari setelah korban putus dengan pacarnya.


Menurut paman korban, I Made Sutarma, 52, sejak pukul 06.00 wita Merta Yasa minta ijin kepada ibunya untuk pergi mencari buah durian yang sekarang ini banyak jatuh dari pohonnya. Setelah beberapa menit berlalu, korban datang dengan membawa tiga buah durian. Karena memang saat ini musim durian.


“Durian itu kemudian diberikan kepada ibunya, dan dia kembali pamitan untuk mencari buah durian lagi di sebelah timur rumah. Di timur rumah itu kebun yang tembus di sungai Yeh Mawa,” paparnya.


Namun hingga pukul 08.00 Wita, korban tak kunjung kembali ke rumah. Padahal korban harus berangkat bekerja. Korban selama ini bekerja di wilayah Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung dan pulang-pergi (PP) Seminyak-Pesagi. Hal tersebut jelas membuat sang ibu khawatir, sehingga mencari korban ke kebun yang ada di timur rumahnya.


Tetapi Gede Adi Merta Yasa tak kunjung ditemukan. Sampai ibu korban menemukan sandal dan senter yang dibawa korban berada dipinggir Sungai Yeh Mawa yang berlokasi sekitar 400 meter di timur rumah korban. Dan yang membuat keluarga semakin panik, ketika diketahui satu botol obat pembasmi rumput milik ayah korban tidak ada ditempatnya.


“Setelah itu ibu korban langsung memberi tahu keluarga dan para tetangga, hingga Kepala Dusun. Karena saya kenal dengan Bhabinkamtibmas di sini, saya langsung hubungi Pak Bhabin. Karena satu botol obat pembasmi rumput hilang, itu membuat kami panik,” lanjutnya.


Peristiwa tersebut selanjutnya diteruskan ke Polsek Penebel, hingga Kapolsek Penebel juga turun langsung ke TKP. Masyarakat Banjar Pegubugan Kangin juga mencoba melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun korban kunjung ditemukan. Bahkan keluarga korban juga mencoba menanyakan hal tersebut kepada orang pintar.


“Dan hasilnya, Gede (korban,Red) dikatakan memang sudah diambil, dan posisinya sekarang tidak jauh dari lokasi penemuan sandal dan senter yang dibawa,” sambung Sutarma.


Sekitar pukul 14.00 wita, masyarakat setempat bahkan sampai membawa Gong dengan harapan korban segera ditemukan dalam keadaan apapun. Namun korban tak kunjung ditemukan. Sutarma menambahkan, jika pihaknya belum bisa memastikan apakah korban tenggelam di sungai, atau sengaja menenggelamkan dirinya.
“Karena posisi sandal dan senternya rapi di pinggir sungai, kalau terpeleset mungkin sandalnya berjauhan. Kalau ada yang mendorong rasanya tidak karena keponakan saya tidak pernah punya musuh. Tetapi selama ini keponakan saya juga tidak ada masalah di rumah,” tandasnya.


Setelah beberapa jam pencarian, botol obat pembasmi rumput jenis Gramoxone yang hilang akhirnya ditemukan di pinggir sungai. Tepatnya di sebelah timur Pura Dalem dalam kondisi yang isinya sudah hilang setengah. Saat itu kondisi air di Sungai Yeh Mawa memang cukup besar.


Sementara itu, ayah korban I Nyoman Suarsana, 50, nampak tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat menunggu perkembangan pencarian putra semata wayangnya tersebut. Begitu juga dengan ibu korban, Ni Wayan Ernilawati, 45. Ia bahkan sempat tak mau beranjak dari lokasi penemuan sandal dan senter korban. Ia terus menangis, namun karena hujan yang cukup deras ia akhirnya mau diajak pulang ke rumah oleh keluarganya.


Hanya saja, setelah hujan reda ia kembali ingin kembali ke pinggir sungai untuk mencari anaknya. Sambil terbata-bata, Ernilawati menuturkan jika belakangan ini putranya tersebut memang sering kali dipergoki melamun. Bahkan belakangan ini korban susah diminta untuk makan, dan juga susah untuk dibangunkan saat pagi harinya.


“Seperti ada yang berbeda, dari kemarin bengong-bengong. Saya tanya ‘mikirin apa?’ dia bilang tidak ada. Padahal saya tidak pernah memarahi dia,” ujarnya sembari mengusap air matanya.


Kemudian sekitar pukul 17.00, tim Rescue Shabara Polda Bali bersama Basarnas Bali dan BPBD Tabanan mulai mengarungi Bendungan Telaga Tunjung, Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Karena Sungai Yeh Mawa tersebut bermuara di Bendungan tersebut. Volume Bendungan Telaga Tunjung yang cukup besar membuat petugas harus extra berhati-hati melakukan pencarian dengan bantuan Rubber Boat.


Namun karena hari sudah semakin gelap, ditambah volume air yang semakin deras, tim memutuskan untuk melakukan pencarian terhadap korban dilanjutkan esok hari, Jumat (9/2). “Karena sudah gelap dan volume air cukup deras, sekitar pukul 18.30 tim naik dan melanjutkan pencarian besok (hari ini,Red). Tetapi tetap berkoordinasi dengan RAPI,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika.


Kapolsek Penebel, AKP I Ketut Mastra Budaya mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah minta keterangan keluarga korban dan memang tidak ada permasalahan. Hanya saja, berdasarkan keterangan mantan pacar korban, mereka memang putus tiga hari yang lalu. Namun putusnya secara baik-baik, karena mantan pacar korban mencari pria yang bersedia nyentana.



“Apakah hal itu ada hubungannya atau tidak, saat ini masih kami dalami. Intinya masih telusuri sambil melakukan pencarian terhadap korban,” ungkap Mastra Budaya. 

Editor : I Putu Suyatra
#tabanan