Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Roussel Kabur ke Prancis, Setelah Imigrasi Kantongi Pelanggaran

Nyoman Suarna • Sabtu, 7 September 2019 | 03:39 WIB
Roussel Kabur ke Prancis, Setelah Imigrasi Kantongi Pelanggaran
Roussel Kabur ke Prancis, Setelah Imigrasi Kantongi Pelanggaran


BALI EXPRESS, SINGARAJA - Setelah konflik dengan warga lokal, warga negara asing (WNA) asal Prancis bernama Roussel Gil Pascal Andre, 51 memilih kabur ke negaranya. Roussel dilaporkan pulang pada Kamis (5/9) malam. Padahal, Imigrasi Kelas II Singaraja barus saja menemukan adanya unsur pelanggaran keimigrasian yang dilakukan Roussel.


 


Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja Gusti Agung Komang Artawan menjelaskan, pihak Imigrasi Singaraja telah melakukan tindakan untuk dapat menyelesaikan konflik yang terjadi antara warga dan Roussel. Dari hasil penyelidikan, Roussel selama ini tinggal di Indonesia, tepatnya di Buleleng dengan memegang KITAP (izin tinggal tetap).


 


"Setelah diselidiki, ternyata yang bersangkutan (Roussel) pemegang izin tinggal tetap karena yang bersangkutan kawin dengan warga lokal bernama Wayan Sriadi. Kami sudah mencari informasi ke istrinya dan pihak-pihak lain," kata Artawan, Jumat (6/9) sore.


 


Pihak Imigrasi Singaraja sebut Artawan juga sudah melayangkan surat pemanggilan sebanyak dua kali terhadap Roussel. Hanya saja Roussel tak kunjung datang untuk memberikan keterangan dan klarifikasi.


 


Terlebih, keberadaannya juga selalu berpindah-pindah. Proses penyelidikan berlanjut, hingga akhirnya pihak Imigrasi Singaraja menemukan pelanggaran administrasi keimigrasian terhadap Roussel.


 


"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan Buleleng, Babinsa, perangkat desa, masyarakat termasuk terakhir kami cek ke Bandara Ngurah Rai dan Bandara Cengkareng. Di sana kami mendapatkan informasi bahwa Roussel telah meninggalkan wilayah Indonesia tadi malam," jelas Artawan.


 


Disinggung terkait dengan pelanggaran administrasi keimigrasian yang telah dilakukan Roussel, Artawan enggan membeberkan. Sebab, saat ini masih dalam pendalaman. "Kami masih tetap akan menindaklanjuti perkembangan kasus ini sampai yang bersangkutan kembali ke Indonesia," ungkap Artawan.


 


Pihaknya pun meminta, semua pihak untuk menahan diri dan tidak terpancing emosi terhadap persoalan yang ada. Sebab, persoalan ini hanya sebatas mis komunikasi. "Kami sudah langsung mengambil tindakan untuk menindaklanjuti kasus ini. Dalam menangani kasus yang melibatkan orang asing, kami harus hati-hati. Jangan sampai menjadi boomerang bagi kami," pungkas Artawan.


 


Diberitakan sebelumnya, ulah seorang warga negara asing (WNA) asal Prancis bernama Roussel Gil Pascal Andre, 51 membuat warga Dusun Dauh Margi, Desa Pemaron bernama Ketut Agus Suadnyana, 33 alias Jem Tatoo naik pitam. Bagaimana tidak, aktivitasnya membakar ikan di tepi pantai justru dilarang tanpa alasan jelas oleh WNA tersebut. Sontak saja, kericuhan itu viral di media sosial.


Seperti diceritakan Jem Tatoo, kericuhan bermula saat dirinya berekreasi di pantai Desa Pemaron bersama keluarga pada Minggu (1/3) sore sekira pukul 17.30 Wita. Ia bersama keluarga pun memanggang ikan tepat di depan rumah Roussel. Menariknya, gerak geriknya saat mengumpulkan ranting pohon sudah diawasi oleh Rousell dengan tatapan sinis.


 


Tapi, Jem tidak menghiraukannya. Pasalnya aktivitasnya itu dilakukan di pinggir pantai yang merupakan fasilitias umum. Rupanya Roussel langsung memanggil Jem dari balik jeruji dan memberikan tong sampah berisi dedaunan kering.


 


Jem mengira, Si Bule salah paham, karena dianggapnya membakar sampah. Bahkan ia tersenyum ketika diberikan tong sampah itu. Rupanya, Roussel justru kian marah setelah Jem menyebut bahwa dirinya tak butuh tong sampah, namun hanya butuh ranting kayu untuk membakar ikan.


 


Gerah dengan jawaban Jem, Roussel yang kerap berbuat onar di Pemaron, sempat menantang Jem.  Bahkan ia menantang hendak membakar sampah juga di depan rumah milik Jem. Atas pernyataan bule tersebut, Jem pun naik darah, hingga konflik tak terhindarkan.

Editor : Nyoman Suarna
#kabur #singaraja