Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ardani Belum Ditemukan, Anaknya Bertanya 'Adi Meme Mekelo Sing Teke?'

Nyoman Suarna • Kamis, 25 Maret 2021 | 01:24 WIB
Ardani Belum Ditemukan, Anaknya Bertanya
Ardani Belum Ditemukan, Anaknya Bertanya

GIANYAR, BALI EXPRESS - Hingga hari ke 6, pencarian terhadap korban Ni Komang Ayu Ardani belum juga ditemukan. Padahal Kamis esok (25/3) pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan akan dihentikan.


 


Keluarga korban di Banjar Teruna, Desa Siangan, Kecamatan Gianyar, tak bisa berkata banyak saat ditemui Rabu (24/3). Namun mereka terus berharap dan berdoa agar korban bisa segera ditemukan dalam kondisi apapun. Apalagi anak korban terus menerus menanyakan keberadaan ibunya. "Anak saya sempat nanya ke iwaknya (paman) 'kok memek mekelo sing teke?' (Kenapa ibu lama tidak datang?). Dijawab sama iwaknya 'kayang ne gen teke, jani nu alih e' (nanti saja ibu datang, sekarang masih dicari)," ungkap suami korban, Kadek Sumansa.


 


Ia menambahkan jika hingga saat ini masih syok atas kejadian yang menimpa istri, anak dan ibunya tersebut. Apalagi ibunya ditemukan meninggal dunia, dan istrinya hingga saat ini belum ditemukan. "Saya bersyukur anak saya selamat, tapi saya masih syok," imbuhnya.


 


Sedangkan untuk kondisi putranya Putu Kevin, saat ini terbilang stabil dan bisa bermain bersama teman-teman sepermainannya. Hanya memang sesekali masih menanyakan ibunya. "Karena belum mulai sekolah anak saya istirahat dirumah dulu," imbuhnya.


 


Bersama korban yang sehari-hari merupakan ibu rumah tangga itu telah dikaruniai 3 orang anak. Namun 1 orang telah meninggal. Saat peristiwa naas itu terjadi, korban Ardani dan putranya memang pergi ke untuk menjemput mertuanya (ibu kandung Sumansa) yang bekerja di Ubud. Namun saat perjalanan pulang mereka tiga justru mengalami kecelakaan tunggal dan jatuh ke sungai Petanu. "Sejak hilang keluarga sudah sempat meluasin tapi saya tidak ikut karena saya masih trauma," sambungnya.


 


Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ukir itu pun mengaku tidak pernah didatangi ke dalam mimpi oleh sang istri. Sehingga sama sekali tidak mendapat petunjuk apapun. Namun ia berharap korban segera ditemukan. "Kalau bisa ditemukan dalam kondisi selamat," harap Sumansa.


 


Ditambahkan oleh kakak korban, I Wayan Sumirat jika jenazah sang ibu saat ini masih dititip di rumah sakit Sanjiwani. "Awalnya kami berencana menunggu ipar saya (korban) ditemukan, tapi ternyata sampai saat ini belum ada tanda-tanda, sehingga keluarga berencana untuk mengupacarai ibu saya terlebih dahulu sambil menunggu ipar saya ditemukan," bebernya.


 


Sumirat pun hingga saat ini turut melakukan pencarian terhadap korban bersama tim gabungan. Hanya saja tanda-tanda keberadaan korban belum terlihat. Padahal pencarian telah dilakukan dengan menyusuri sungai Petanu dari TKP hingga Tegenungan. "Kalau ipar saya meninggal mayatnya pasti sudah muncul dipermukaan, dan baunya sudah pasti akan tercium. Itu yang kami dan aparat tidak mengerti," sebutnya.


 


Kendatipun demikian keluarganya terus berharap dan berdoa agar korban segera ditemukan dal keadaan apapun. Apalagi tim gabungan menyampaikan bahwa pencarian akan dihentikan Kamis esok. 


 


Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulanngan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengatakan bahwa pencarian pada hari Rabu dilakukan dengan menyisir ulang aliran sungai Petanu sampai Bendungan Saba. "Dan hari ini ada penambahan personil dari Brimob, besok kemungkinan akan ada gabungan dari Kodim Gianyar," jelasnya.


 


Adapun kendala yang dihadapi biasanya karena cuaca. Dimana saat hujan turun debit sungai akan bertambah sehingga menyulitkan pencarian. "Kedalaman sungai sekitar 5 sampai 6 meter, tanda-tanda berupa bau tidak ada," sambungnya.


 


Karena Kamis esok pencarian dihentikan maka keluarga korban akan didatangkan di TKP. "Pencarian itu ada batasannya jadi besok tepat 7 hari dan semoga korban ditemukan," tandasnya.


 


Dan pada hari Selasa (23/3), Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana juga melakukan pemantauan secara langsung terhadap personil Polres Gianyar yang turut melaksanakan pencarian terhadap korbandi sepanjang aliran Sungai Petanu.  


 


Didampingi Kasat Pol Air Polres Gianyar IPTU I Wayan Antariksawan, tim gabungan dibagi menjadi tiga titik lokasi pencarian yaitu, lokasi tempat jatuhnya korban, seputaran aliran sungai menuju Goa Gajah, dan dari sungai Tegenungan hingga ke utara. "Tim gabungan dibagi untuk menyusuri aliran sungai Petanu," tegasnya.


 


Disamping itu, pihaknya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya personel Polres Gianyar, BPBD Kabupaten Gianyar, Sabhara Polda Bali, Brimob Polda Bali dan kepada masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam pencarian korban tersebut. Pihaknya pun berharap korban cepat ditemukan.

Editor : Nyoman Suarna
#bpbd gianyar #ubud #gianyar