Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bali dalam Sorotan: Masuk 10 Besar Tingkat Kecelakaan tertinggi, Ada Juga Libatkan WNA

Rika Riyanti • Jumat, 8 September 2023 | 20:07 WIB
DITUTUPI: Jenazah Anshori ditutupi kain usai kecelakaan maut di Jalan Cokroaminoto, depan Warung Sari Nadi, Denpasar Utara, Bali, pada Jumat 1 September 2023.
DITUTUPI: Jenazah Anshori ditutupi kain usai kecelakaan maut di Jalan Cokroaminoto, depan Warung Sari Nadi, Denpasar Utara, Bali, pada Jumat 1 September 2023.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Bali saat ini masuk dalam daftar 10 provinsi di Indonesia dengan tingkat kecelakaan tertinggi. Kecelakaan tidak hanya menimpa warga lokal Bali tetapi juga wisatawan asing yang berkunjung ke pulau ini.

Mulai dari bulan Januari hingga Agustus tahun 2023, Jasa Raharja Cabang Bali telah membayarkan santunan kepada 12 warga negara asing (WNA) yang menjadi korban kecelakaan. Para WNA ini berasal dari berbagai negara seperti China, Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Mesir, Belanda, Prancis, Jerman, hingga Ukraina.

"Kasus-kasus ini umumnya melibatkan kecelakaan roda dua,” kata Kepala PT Jasa Raharja Cabang Bali, Abubakar Aljufri.

Menurutnya, para WNA ini terlibat dalam tabrakan motor, motor versus mobil, dan karena mereka adalah WNA yang membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), mereka berhak mendapatkan santunan. Untuk korban yang meninggal dunia, santunan yang diberikan mencapai Rp 50 juta.

“Sedangkan bagi yang luka-luka, santunan sebesar Rp 21 juta diberikan," tambahnya.

Santunan tersebut adalah bentuk bantuan yang diberikan kepada para korban kecelakaan dan keluarga mereka.

Hal ini merupakan upaya untuk membantu meringankan beban mereka dalam menghadapi situasi sulit ini.

Total santunan yang telah diberikan oleh Jasa Raharja Bali untuk korban kecelakaan sejak Januari hingga Agustus 2023 mencapai Rp 268.323.079 untuk 11 korban.

Dari 11 WNA korban kecelakaan tersebut, 4 di antaranya meninggal dunia.

Abubakar Aljufri juga mencatat bahwa wilayah Denpasar dan Badung, terutama Canggu, menjadi daerah dengan tingkat kecelakaan tertinggi.

"Rata-rata korban yang meninggal dunia pakai helm, ada yang membonceng tidak pakai helm, makanya sekarang kita ada razia operasi patuh; memastikan semua pengendara bermotor yang tidak pakai helm kedepannya tidak kita bayarkan. Karena ada pelanggaran lalulintas yang dilakukan korban. Kedepannya kita akan kaji lagi, mungkin tidak kita bayarkan," katanya.

Dari jumlah santunan yang dibayarkan, terdapat peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2022.

Pada tahun tersebut, santunan yang dibayarkan untuk kecelakaan WNA sebesar Rp 170.200.000.

Dengan demikian, tingginya tingkat kecelakaan, terutama di wilayah Denpasar dan Badung, memicu perhatian serius terhadap keselamatan di jalan raya.

Semoga langkah-langkah pencegahan dan kesadaran keselamatan dapat meningkatkan situasi ini di masa depan.

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #kecelakaan #wisatawan #wna #denpasar #badung