BALIEXPRESS.ID - Kampanye Made Muliawan Arya - Putu Agus Suradnyana (Mulia - PAS) dan Wayan Suyasa - Putu Alit Yandinata (Suyadinata), Rabu (3/10) dihadiri oleh ribuan masyarakat Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal.
Acara tersebut dilaksanakan di kediamanan calon wakil bupati Badung, I Putu Alit Yandinata yang juga menjadi posko pemenangan Mulia - PAS dan Suyadinata.
Ribuan masa hadir untuk mendengarkan program kerja yang akan dijalankan. Terlebih kedua pasangan calon ini ingin menyeimbangkan pembangunan Bali dan Badung.
Kehadiran calon gubernur Bali, Made Muliawan Arya yang akrab disapa De Gadjah disambut antusias masyarakat.
Hadir pula calon bupati Badung, I Wayan Suyasa, Ketua DPC Gerindra Badung, Wayan Disel Astawa dan sejumlah kader partai pengusung.
Wayan Disel Astawa menyampaikan, pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung harus linier dengan Pemerintah Pusat. Sehingga ia mengajak memilih Mulia-PAS dan Suyadinata.
“Untuk mewujudkan keseimbangan pembangunan Badung dan Bali, kepemimpinan sebaiknya linier antara gubernur dan bupati. Kalau ingin mewujudkan itu, pilih Mulia - PAS gubernur Bali dan Suyadinata bupati Badung,” ujar Disel Astawa disambut riuh masyarakat yang hadir.
Pasangan calon (paslon) Wayan Suyasa - Putu Alit Yandinata (Suyadinata) menyampaikan sejumlah visi misi. Krama adat akan disubsidi dengan Rp 1 miliar per banjar adat dan Rp 2 miliar per desa adat.
“Nanti program tersebut bisa bapak ibu nikmati mulai dari parahyangan, pawongan dan palemahan. Mulai dari rainan, ngotonan, upakara, upacara untuk pecalang, pemangku dan lain sebagainya,” ungkap Cawabup Badung, Putu Alit Yandinata.
Sementara, untuk program pembagian daging babi setiap Hari Raya Galungan akan dibuatkan pos anggaran lainnya.
“Kalau urusan mepatung itu tidak bisa dicampur. Ini lain cerita alokasi anggarannya. Nanti bapak ibu per KK akan bisa menikmati secara faktual apa yang bisa diberikan Suyadinata ketika kita sudah dilantik. Santunan kematian tetap berjalan Rp 25 juta,” terangnya.
Alit Yandinata menegaskan, seluruh program yang dicanangkan baik secara regulasi dan sistem keuangan daerah, telah dipelajari dengan baik.
Tidak perlu dipertanyakan lagi sumbernya. Apalagi jumlahnya tidak lebih dari Rp 1 triliun.
“Empat program langsung menyentuh ke masyarakat. Urusan berbagi, kami tetap berbagi keenam kabupaten. Tetapi kami utamakan dulu urusan kepentingan wajib dan kepentingan masyarakat Badung,” tegasnya.
Cabup Badung, Wayan Suyasa menambahkan, paket Suyadinata berkoalisi dengan krama Badung. Pihaknya pun kembali menegaskan bahwa harus mendahulukan urusan wajib dan kepentingan masyarakat Badung.
“Kita harus bedakan mana kepentingan politik dan mana urusan wajib. Program-program yang ada di OPD juga harus tetap berjalan. Seorang pemimpin harus bisa memberikan gagasan dan ide. Kita harus bisa memberikan edukasi, harapan kita semua masyarakat melek. Dalam konteks kepemimpinan secara linier kita hormati perjuangan Bapak Prabowo-Gibran,” tambahnya.
Sementara, Cagub Bali, Made Muliawan Arya mengaku bangga dengan sambutan masyarakat Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani.
Sebagai pemimpin nantinya, De Gadjah memastikan, tidak akan melakukan hal-hal di luar kepentingan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa dirinya bukan petugas partai dan bukan mewakili partai, tetapi mewakili masyarakat Bali.
“Mungkin saya kurang pengalaman, tetapi saya tidak kekurangan pengetahuan. Selama ini saya turun keliling Bali, saya tanyakan permasalahan-permasalahan masyarakat. Itu saya rangkum, saya jadikan visi misi. Bukan hanya dibuat oleh sekelompok orang. Buat apa proyek-proyek banyak, tetapi masih ada masyarakat kelaparan,” tegasnya.
De Gadjah meminta seluruh masyarakat Abiansemal Dauh Yeh Cani untuk mendukung pasangan Mulia - PAS dan Suyadinata.
“Karena De Gadjah tidak bisa membuat Bali baik sendiri. Kita hanya bisa bersatu untuk membangun Badung dan Bali lebih baik,” pungkasnya.
Editor : Nyoman Suarna