Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kapal KMP Tunu Pratama Jaya 5888 di Selat Bali: MOGOK MESIN atau HOAX? Fakta Mengejutkan Terungkap!

I Gde Riantory Warmadewa • Senin, 11 Agustus 2025 | 13:19 WIB

CATNYA PERSIS SAUDARANYA : KMP Tunu Pratama Jaya 5888 yang mengalami kendala pintu kapal mengeluarkan lagi muatan yangg akan dibawa menuju Pelabuhan Ketapang. (Pos AL Gilimanuk)
CATNYA PERSIS SAUDARANYA : KMP Tunu Pratama Jaya 5888 yang mengalami kendala pintu kapal mengeluarkan lagi muatan yangg akan dibawa menuju Pelabuhan Ketapang. (Pos AL Gilimanuk)

BALIEXPRESS.ID - Sebuah video singkat berdurasi 26 detik berhasil menggemparkan media sosial. Video yang memperlihatkan KMP Tunu Pratama Jaya 5888 di perairan Selat Bali viral dengan narasi yang mengklaim kapal tersebut mengalami mogok mesin hingga harus ditarik oleh kapal lain.

Kabar ini sontak menyulut rasa penasaran publik dan memicu beragam spekulasi. Benarkah terjadi insiden serius di tengah laut? Atau, adakah cerita lain di balik video yang tersebar luas ini? 

Kronologi Sebenarnya: Bukan Mogok, Hanya Kendala Teknis Sepele!

Kecemasan warganet akhirnya terjawab. Komandan Pos TNI AL (Danposal) Gilimanuk, Letda Laut (P) Bayu Primanto, dengan tegas membantah narasi viral tersebut.

Ia memastikan tidak ada gangguan mesin sama sekali.

Menurut Bayu, kapal yang hendak berangkat menuju Ketapang, Banyuwangi, memang sempat berbalik arah.

Namun, penyebabnya sangat jauh dari klaim mogok mesin. "Tidak digandeng. KMP Tunu 5888 hanya trobel di ramdor," ungkapnya.

Ramdor adalah pintu keluar-masuk kendaraan di kapal. Saat itu, ramdor tidak bisa tertutup dengan sempurna, sehingga nakhoda mengambil keputusan bijak untuk kembali ke dermaga.

Ini dilakukan demi memastikan keselamatan seluruh penumpang dan muatan. 

Dugaan Konten 'Cari Sensasi Viewer'

TNI AL menduga kuat narasi dalam video sengaja dilebih-lebihkan untuk menarik perhatian publik. "Biasa cari sensasi viewer," tegas Bayu.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Penting untuk selalu memeriksa kebenaran suatu berita, terutama yang beredar di media sosial.

Verifikasi dari pihak berwenang seperti TNI AL atau operator kapal adalah langkah terbaik untuk mendapatkan fakta yang akurat.  ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#gilimanuk #KMP Tunu Pratama Jaya