I Made Suwitra, Menangkan Pilkel Desa Sayan

Putu Agus Adegrantika • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 17:27 WIB
BALIEXPRESS.ID - Perjalanan I Made Suwitra menuju kursi Perbekel Desa Sayan, Kecamatan Ubud, tidak datang secara instan. Pengalaman panjangnya bersentuhan dengan berbagai bidang, mulai dari pariwisata, pekerja migran Indonesia (PMI), hingga aktivitas sosial dan seni, menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya sebelum dipercayai sebuah amanat masyarakat

BALIEXPRESS.ID - Perjalanan I Made Suwitra menuju kursi Perbekel Desa Sayan, Kecamatan Ubud, tidak datang secara instan. Pengalaman panjangnya bersentuhan dengan berbagai bidang, mulai dari pariwisata, pekerja migran Indonesia (PMI), hingga aktivitas sosial dan seni, menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya sebelum dipercayai sebuah amanat masyarakat Desa Sayan.

 

Dalam Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Sayan yang berlangsung di 14 TPS, Jumat (20/9), Made Suwitra memperoleh suara terbanyak dengan 2.511 suara. Hasil tersebut mengantarkannya menjadi calon perbekel terpilih setelah melewati proses demokrasi yang berlangsung sekitar dua bulan.

 

Bagi Suwitra, proses tersebut bukan sekadar pertarungan memperoleh suara. Dua bulan perjalanan Pilkel menjadi pengalaman berharga untuk belajar memahami demokrasi secara lebih dewasa. Ia menyebut proses tersebut sebagai pengalaman yang mahal, karena mempertemukan berbagai pilihan dan pandangan masyarakat dalam satu momentum untuk menentukan arah kepemimpinan Desa Sayan.

Baca Juga: Kuliner Be Keren Warisan Kerajaan Bangli

“Selama dua bulan berproses ini merupakan pengalaman yang sangat berharga. Demokrasi mengajarkan kita untuk menjadi lebih dewasa dalam memahami perbedaan dan pilihan masyarakat,” ujar Suwitra.

 

Ia juga menegaskan bahwa perolehan suara tertinggi bukan semata-mata kemenangan pribadi. Baginya, suara yang diberikan masyarakat merupakan suara bersama yang menjadi amanah untuk membangun Desa Sayan. Karena itu, ia berharap dukungan masyarakat tetap diberikan setelah seluruh tahapan Pilkel selesai, baik dalam bentuk dukungan moril maupun nonmoril.

 

Suwitra menyadari, perjalanan membangun desa masih panjang. Karena itu, ia mengajak seluruh komponen masyarakat kembali menyatukan langkah setelah proses politik desa berakhir. “Terima kasih kepada masyarakat Desa Sayan. Perjalanan delapan tahun ke depan masih panjang. Mari bersama-sama membangun Desa Sayan agar semakin maju,” ungkapnya.

 

Salah satu gagasan yang menjadi perhatian Suwitra adalah penataan tiang provider telekomunikasi. Ia menggagas konsep satu tiang provider di Desa Sayan agar keberadaan tiang tidak terus bertambah tanpa pengaturan. Menurutnya, penataan infrastruktur tersebut penting untuk menjaga kerapian lingkungan sekaligus memberikan kepastian dalam pengelolaan fasilitas telekomunikasi di desa.

Baca Juga: Entil Sanda, Bekal dari Lereng Batukaru yang Kini Jadi Kuliner Tradisional Tabanan

Selain itu, Suwitra membawa gagasan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih praktis bagi pasangan yang melangsungkan pernikahan di Desa Sayan. Ia ingin warga yang menikah di Sayan dapat memperoleh Kartu Keluarga (KK) atau KTP dengan data terbaru bertepatan dengan momentum upacara pernikahan. Gagasan tersebut diarahkan untuk mendekatkan pelayanan administrasi kepada masyarakat.

 

Kepercayaan masyarakat kepada Suwitra tidak terlepas dari perjalanan sosialnya di tengah masyarakat. Ia memiliki latar belakang di bidang pariwisata, pernah menjalani pekerjaan sebagai pekerja migran Indonesia di sektor darat, serta pernah dipercaya menjalankan peran sebagai Kepala Wilayah Banjar Sindu, Desa Sayan. Di tengah aktivitas tersebut, Suwitra juga aktif dalam kegiatan seni yang menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

 

Beragam pengalaman tersebut menjadi bekal Suwitra dalam memahami karakter masyarakat sekaligus dinamika pembangunan desa. Kini, setelah memperoleh suara terbanyak dalam Pilkel Desa Sayan, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan kepercayaan masyarakat menjadi kerja nyata.

 

Bagi Suwitra, kemenangan dalam Pilkel bukan garis akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Ia ingin perbedaan pilihan selama proses demokrasi menjadi energi untuk kembali bersatu. Dengan dukungan seluruh krama Desa Sayan, ia berharap pembangunan desa dapat berjalan bersama, menjaga keharmonisan masyarakat sekaligus membawa Sayan menuju arah yang lebih maju. (ade) 

Editor : Putu Agus Adegrantika
Sumber : adegrantika
pilkel SAYAN