Mantra juga berarti perkataan atau ucapan yang memiliki kekuatan gaib. Misalnya dapat menyembuhkan, mendatangkan celaka dan lainnya.
“Pengobatan Usada Buduh, di samping diberikan sarana obat alami, juga disertai mantra. Ini artinya para pengobat atau dukun ketika mengobati orang kena penyakit gila sangat serius sampai memohon kepada Tuhan agar si sakit segera sembuh,” papar penekun usada Bali Gede Sutana.
Unsur kedua yang memiliki kekuatan magis dalam Usada Buduh adalah rerajahan. Rerajahan berasal dari kata rajah. Rajah bermakna suratan atau gambar yang mengandung kekuatan gaib atau magis religius.
Rerajahan berfungsi untuk menangkal sakit. Tidak jarang penyakit yang sudah sembuh kemudian kumat lagi.
Biasanya penyakit ini dibuat oleh orang pintar. Di sinilah rerajahan tersebut akan menangkal penyakit tersebut agar tidak kumat lagi.
Intinya para dukun harus mendalami dan mengerti rerajahan karena rerajahan itu merupakan salah satu perlengkapan para dukun.
Unsur magis ketiga, yaitu wijaksara. Wija atau bija berarti benih, sedangkan aksara yang dimaksudkan di sini aksara Bali. Aksara Bali dalam konteks ini adalah aksara suci terdiri dari ekaksara, dwiaksara, triaksara, pancaksara dan dasaksara.
“Pengobatan alternatif melalui lontar ini tujuannya untuk melindungi agar penyakitnya tidak kumat lagi, maka beberapa pengobatannya disertai dengan mantra dan rerajahan,” pungkasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya