Tokoh muda Desa Adat Bunutin, Pradna Lagatama mengatakan, lima ekor ayam tersebut disesuaikan menurut warna bulunya berdasarkan pangider bhuana (arah mata angin).
Jenis ayam yang digunakan, ayam brumbun (campuran antara merah, kuning, putih, dan hitam), ayam putih, ayam merah, ayam putih siungan (ayam putih yang kaki dan mulutnya kuning). Kemudian ada ayam hitam dan ditambah dengan seekor meri belang kalung. Semua sarana yang diperlukan dalam tradisi Neduh dengan pacaruan godel sama-sama memiliki peranan penting dan saling melengkapi.
Sedangkan banten yang digunakan diantaranya banten suci asoroh genep, banten santun kerpaan, banten gelarsanga, banten pebangkit, banten tebasan prayascitta, banten tebasan durmanggala.
Ada pula banten kala hyang, banten tebasan tulung urip, banten tebasan rara meraradan, banten tebasan pageh tuwuh dan isuh-isuh, payuk, kukusan, sibuh pepek, dua buah lis yaitu dari selepaan dan janur.
“Jenis-jenis banten yang digunakan dalam tradisi neduh dengan pacaruan godel di Desa Adat Bunutin antara lain banten di palinggih surya, banten di panggungan, banten di pawedaan, banten di rajapati, banten caru,” tutupnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya