BALIEXPRESS.ID - Yadnya yang dilakukan oleh umat Hindu biasanya dikenal dengan upacara. Namun sesungguhnya jangkauan dari makna yadnya itu sendiri sangatlah luas. Termasuk memberlakukan diri dengan sesama.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita, menjelaskan yadnya dalam agama Hindu yang merujuk pada segala bentuk pengorbanan atau persembahan yang dilakukan dengan penuh rasa tulus dan ikhlas kepada Tuhan, alam, dan sesama makhluk.
“Pengorbanan ini dapat berupa berbagai macam kegiatan seperti upacara ritual, doa, atau perbuatan baik yang dilakukan dengan niat suci,” jelasnya.
Disebutkan pelaksanaan yadnya dalam agama Hindu dapat dilakukan melalui berbagai jenis upacara atau ritual yang memiliki tujuan spiritual, baik untuk memohon berkah, mengungkapkan rasa syukur, atau menjaga keseimbangan alam semesta.
Baca Juga: Pande Wayan Suteja Neka, Sempat Menjadi Guru, Kini Tekuni Dunia Seni
Selain itu, sedekah merupakan salah satu bentuk pengorbanan dalam yadnya yang berhubungan dengan memberikan bantuan kepada orang lain, terutama kepada mereka yang membutuhkan.
Bentuk dana ini dapat berupa memberikan makanan, pakaian, uang, atau bantuan lain kepada masyarakat atau lembaga yang membutuhkan.
“Memberikan sedekah ini dianggap sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan yang diwujudkan melalui kebaikan terhadap sesama, ini merupakan yadnya dalam Hindu,” papar pria asli Badung ini.
Sehingga ditegaskan, pelaksanaan yadnya tidak hanya berupa pelaksanaan upacara saja, melainkan menjalani kehidupan sehari-hari.
Mulai melaksanakan pekerjaan dengan standar operasional prosedur yang berlaku, dan memberlakukan diri dengan orang lain khususnya untuk saling menghargai. *
Editor : Putu Agus Adegrantika