Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Asal-usul Badarawuhi: Lelembut Berwujud Manusia Setengah Ular (Ke-8 Habis)

Nyoman Suarna • Senin, 4 Juli 2022 | 19:22 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.
Mantra-mantra yang diucapkan Ratna Nareh kepada abdi Kidul bak gayung bersambut. Ini membuat hasrat yang telah lama mati hidup kembali. Hasrat menjadi penari terkenal terwadahi dalam raga murid Ratna Nareh yang dirasuki oleh abdi Kidul itu. Dia menjadi berani memberontak saat Ratu Sarpamara menyuruhnya keluar dari raga yang dihinggapinya.

Berkali-kali sang Ratu menyuruhnya keluar namun gagal. Hingga sang Ratu memutuskan untuk merusak raga yang dihinggapinya. Melepaskan sepenuhnya  sukma pemiliknya dan mengeluarkan paksa abdi kidul pemberontak itu. Sang ratu juga mencabut kekuatannya sebagai abdi Kidul, lalu mengusirnya. Ketidakpatuhannya itu membuatnya tidak patut lagi masuk ke dalam kelas abdi Kidul.

Sejak saat itu ia berkelana dari tempat satu ke tempat yang lain di lereng-lereng gunung. Hasrat yang tak sengaja dihidupkan kembali oleh Ratna Nareh itu tetap bersinar dan menyala hingga membuatnya terkenal sebagai tandak atau ledek atau penari di alam halus. Setiap dia menari, para lelembut di sekitar lereng gunung akan berkumpul terbuai oleh gemulainya yang aneh. Gerakannya bagai mengirimkan pemikat ke segala arah, seperti apa yang diinginkan Ratna Nareh sebelumnya.

Makhluk bekas abdi Kidul itu tetap diakui sebagai sosok-sosok Subadah atau kuat dengan berbagai julukan. Sejak masa Wonontoro hingga saat ini, penduduk menyebut makhluk itu sebagai Subadahrawuh. Namun ada juga yang menyebutnya Subadah Ngerawuhi dan bermacam-macam tergantung bagaimana penduduk yang sendangnya didatangi dan dikuasai makhluk ini menyebutnya. Meski kekuatan gaibnya sebagai abdi Kidul telah dicabut, dia masih tetap lelembut yang berciri Selatan. Bersandangan hijau dan memiliki dua perwujudan. Kadang muncul dalam wujud sebagai manusia biasa yang sedang menari, kadang berwujud setengah ular saat egonya muncul  atau sedang marah. Sesungguhnya ia bukan jenis lelembut yang istimewa. Ada kalanya ia dikalahnya oleh lelembut lain yang lebih kuat. Di sisi lain ia juga merupakan jenis lelembut yang suka mengganggu manusia dan tidak bisa memaafkan jika ada perbuatan yang tidak disukainya. Namun ia juga dapat berkembangbiak, jika ada lelaki yang rela menidurinya untuk bersekutu untuk mewujudkan impiannya dengan segala cara.

Dalam wujud nyata, Subadarawuhi dapat dilihat dengan perwujudan jenglot. Ia terlihat seperti benda mati, namun sebenarnya hidup. Untuk bertahan di alam nyata, mereka membutuhkan tetesan darah manusia. Kalau ada manusia yang menyanggupinya, ia siap memberikan imbalan kekayaan termasuk membalaskan dendam sang tuan. Editor : Nyoman Suarna
#KKN di Desa Penari #ratna nareh #Badarawuhi #jenglot #lelembut #cerita mistik