Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Netralisir Aura Negatif, Warga Sangkanbuana Gelar Upacara Ngider Buana

I Dewa Gede Rastana • Senin, 27 November 2023 | 15:37 WIB
NETRALISIR : Warga Desa Adat Sangkanbuana, Klungkung menggelar upacara Ngider Buana, Sabtu (25/11).
NETRALISIR : Warga Desa Adat Sangkanbuana, Klungkung menggelar upacara Ngider Buana, Sabtu (25/11).

 


KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Krama Desa Adat Sangkanbuana, Klungkung
menggelar upacara Ngider Buana, Sabtu (25/11) atau bertepatan dengan Tumpek Wayang dan Kajeng Kliwon Enyitan, Sasih Keenam.

 

Upacara itu digelar untuk menetralisir aura negatif yang ada di wawengkon desa adat setempat. Ritual ini ditandai dengan diturunkannya pralingga atau tapakan barong, Ratu Lingsir, dan Ratu Ayu, yang disungsung warga di desa adat setempat.

 

 

Upacara ngider buana di Desa Adat Sangkanbuana ini mulai dilaksanakan sekitar pukul 16.00 WITA. Upacara diawali dengan turunnya pralingga Ida Betara yang disungsung warga ke Pura Dalem Setra (Dalem Kelod). Ritual ini diiringi ratusan warga. Suasana magispun juga terlihat ketika iringan Ida Betara memargi di iringi gong baleganjur.

 

Setiba di Pura Dalem Setra, warga
yang telah siap langsung menggelar upacara pecaruan. Ritual ini sejatinya menggunakan pecaruan panca warna. Tapi upacara pecaruan ini digelar di masing-masing Pura sesuai arah mata angin. Untuk di Pura Dalem Setra sendiri dilaksanakan upacara pecaruan serba warna merah. Wewalungun yang digunakan ada bebek dan ayam.

 

 

Selesai dari Pura Dalem Setra, ritual Ngider Buana ini dilanjutkan ke Pura Dalem Kaler. Dari Pura Dalem Kaler kemudian menuju Pura Puseh. Sebelum kasineb di Pura Bale Agung dan Pura Pucak, juga digelar pecaruan di perempatan agung Br. Pegending, Sangkanbuana.

 

Bendesa Adat Sangkanbuana, I Wayan Sudiana Urip menjelaskan bahwa upacara Ngider Buana di Desa Adat Sangkanbuana digelar satu tahun sekali. Dimana upacara ini digelar tidak hanya untuk menetralisir aura negatif, namun juga mengharmoniskan buana alit dan buana agung yang ada di sekitar desa setempat.

 

“Sama halnya dengan upacara nangkluk merana. Dimana kita juga melakukan ritual ini untuk menetralisir sifat yang negatif agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan di Desa,” terangnya.

 

 

Ditambahkannya jika mengatakan tujuan upacara Ngider Buana dilaksanakan agar Desa Adat Sangkanbuana senantiasa dianugrahi ketentraman, kesejahteraan dan juga sebagai wujud syukur kepada Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Waca.

 

Sebelum upacara nyineb, warga juga melakukan persembahyangan bersama di Pura Pucak dan Bale Agung serta pembagian benang tridatu. (*)

Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : I Dewa Gede Rastana
#Sangkan buana #bali #Ngider buana #Tumpek wayang #desa adat #klungkung