BALI EXPRESS, JATILUWIH - Untuk memberikan warna baru di objek wisata Jatiluwih, Tabanan yang kian populer, Manajemen Gong Jatiluwih Restaurant and Lounge akan menyediakan fasilitas berupa Open Stage atau panggung terbuka, yang nantinya digunakan sebagai tempat pertunjukan seni dan budaya.
Selain diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, Open Stage yang dibangun diharapkan dapat menjadi wadah bagi seniman yang ada di Desa Jatiluwih khususnya, dan di Tabanan pada umumnya untuk bisa berekspresi.
Manajer Gong Jatiluwih Restaurant and Lounge, Agus Pramuji Wardhana W alias Wayang, menjelaskan, saat ini pihaknya memang tengah merancang pembangunan Open Stage yang akan dikelola Gong Jatiluwih Restaurant and Lounge. Nantinya Open Stage ini tentu akan menjadi salah satu sarana penunjang di daerah tujuan wisata ( DTW ) Jatiluwih. “Saat ini sudah mulai kita bangun dan nantinya akan menjadi sarana penunjang juga untuk DTW Jatiluwih,” ungkapnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) di Jatiluwih.
Ia menambahkan, pembangunan Open Stage yang ada di jalur trekking tidak sampai merusak kawasan subak, lantaran dibangun di lahan milik warga Desa Jatiluwih seluas hampir satu hektare yang posisinya cukup tinggi, sehingga tidak bisa dialiri air untuk ditanam padi. “Bahkan dalam pembangunan, kita juga tidak mau menebang pohon yang ada karena kita ingin tetap bernuansa alami,” imbuhnya.
Open Stage tersebut nantinya akan digunakan untuk pementasan berbagai kesenian yang melibatkan seniman-seniman asal Jatiluwih atau bahkan se-Kabupaten Tabanan. “Karena kita lihat seperti di Uluwatu itu punya amphiteater sendiri, atau tempat pertunjukan sendiri. Sedangkan disini kan belum ada, sehingga kita buat sebagai wadah bagi masyarakat atau seniman untuk tampil, kemudian pembinaan atau latihan seni, termasuk untuk festival Jatiluwih di bulan Septermber mendatang,” paparnya.
Sebagai langkah awal, nantinya pementasan seni dan budaya akan berlangsung setiap hari usai jam makan siang, sekitar pukul 13.00 hingga 15.00 Wita. Di mana kesempatan pentas akan diberikan pertama-tama bagi 26 sekaa seni yang ada di Desa Jatiluwih.
“Selain itu, usai pentas, pada petang hari para seniman juga bisa berlatih di Open Stage untuk pementasan hari berikutnya,” ungkapnya.
Namun, tak hanya pementasan seni dan budaya Bali, pihaknya berencana mengkolaborasikan kesenian tradisional dan modern dengan mendatangkan sejumlah artis nasional, seperti Gilang Ramadhan dan lainnya. “Jadi, kita akan kolaborasikan juga musik tradisional dengan modern, ini sebagai wadah bagi masyarakat berekspresi dengan seni,” tegas Wayang.
Dengan adanya Open Stage yang rencananya akan dilaunching bulan depan ini, pihaknya berharap para seniman memiliki wadah untuk berekspresi dan bereksplorasi, sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.
Disiapkannya penunjang pariwisata seperti Open Stage, tidak terlepas dari persiapan Festival Jatiluwih yang akan diselenggarakan bulan September mendatang. Festival tersebut nantinya akan digelar di kawasan tersebut. “Kalau kita gelar di jalan utama seperti tahun lalu, kita rasa tidak memungkinkan karena menyebabkan macet. Kalau digelar disini lebih akrab dengan alam, konsepnya seperti Festival Bromo, dan mungkin kita akan adopsi beberapa konsep,” papar Wayang.
Editor : I Putu Suyatra