Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pangan Murah Hadir di Bali, Warga Manfaatkan Momen Jelang Kenaikan Konsumsi

Rika Riyanti • Jumat, 13 Februari 2026 | 15:33 WIB

PASAR MURAH: Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional kembali digelar pada Jumat (13/2)
PASAR MURAH: Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional kembali digelar pada Jumat (13/2)

 

BALIEXPRESS.ID - Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional kembali digelar pada Jumat (13/2) bersama Badan Pangan Nasional.

Di Provinsi Bali, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara virtual terhubung dengan pusat dan dipusatkan di halaman depan Kantor Gubernur Bali.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, beserta jajaran, serta perwakilan Satgas Pangan Polda Bali yang melakukan pemantauan terhadap distribusi dan stabilitas harga bahan pangan.

Program Gerakan Pangan Murah menjadi upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat, khususnya menjelang periode peningkatan konsumsi.

Baca Juga: Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja di Denpasar Tembus Rp110 Miliar Sepanjang 2025

Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas dengan harga lebih rendah dari harga pasar, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, cabai, bawang merah, dan bawang putih.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menegaskan bahwa GPM merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menekan inflasi pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan pasokan pangan tersedia, harga tetap stabil, dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga terjangkau,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Badan Pangan Nasional, distributor, dan aparat pengawasan guna menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.

Baca Juga: Columbia Resmi Buka Toko Street-Level Pertama Di Indonesia, Perkuat Kehadiran di Bali

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan sehingga inflasi pangan di Bali tetap terkendali,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Satgas Pangan Polda Bali turut mengawasi jalannya kegiatan untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan maupun permainan harga oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pengawasan dilakukan sejak tahap distribusi hingga proses penjualan kepada masyarakat.

Perwakilan Satgas Pangan menyebut kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi para pedagang agar tetap menjaga stabilitas harga dan tidak mengambil keuntungan secara berlebihan.

Sejak pagi, lokasi penjualan telah dipadati warga, termasuk masyarakat yang sedang berolahraga di sekitar kawasan Kantor Gubernur Bali.

Antusiasme terlihat dari banyaknya warga yang memanfaatkan kesempatan membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan di pasar tradisional maupun ritel modern.

Secara nasional, Gerakan Pangan Murah dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia melalui jaringan virtual.

Baca Juga: Pol PP Bangli Minim Fasilitas, Hanya Punya Satu Mobil Patroli, Pengawasan Belum Optimal

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi pangan sepanjang tahun 2026.

Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional kembali digelar pada Jumat (13/2) bersama Badan Pangan Nasional.

Di Provinsi Bali, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara virtual terhubung dengan pusat dan dipusatkan di halaman depan Kantor Gubernur Bali.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, beserta jajaran, serta perwakilan Satgas Pangan Polda Bali yang melakukan pemantauan terhadap distribusi dan stabilitas harga bahan pangan.

Baca Juga: Wapres Gibran Batal Berkunjung ke Klungkung, Bupati Satria Mengaku Kecewa

Program Gerakan Pangan Murah menjadi upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat, khususnya menjelang periode peningkatan konsumsi.

Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas dengan harga lebih rendah dari harga pasar, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, cabai, bawang merah, dan bawang putih.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menegaskan bahwa GPM merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menekan inflasi pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan pasokan pangan tersedia, harga tetap stabil, dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga terjangkau,” ucapnya.

 

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Badan Pangan Nasional, distributor, dan aparat pengawasan guna menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan sehingga inflasi pangan di Bali tetap terkendali,” tutupnya.

Dalam pelaksanaannya, Satgas Pangan Polda Bali turut mengawasi jalannya kegiatan untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan maupun permainan harga oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pengawasan dilakukan sejak tahap distribusi hingga proses penjualan kepada masyarakat.

Baca Juga: Pembinaan ASN Kemenag Bali, Menteri Agama Tekankan Penguatan Karakter dan Ekoteologi

Perwakilan Satgas Pangan menyebut kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi para pedagang agar tetap menjaga stabilitas harga dan tidak mengambil keuntungan secara berlebihan.

Sejak pagi, lokasi penjualan telah dipadati warga, termasuk masyarakat yang sedang berolahraga di sekitar kawasan Kantor Gubernur Bali.

Antusiasme terlihat dari banyaknya warga yang memanfaatkan kesempatan membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan di pasar tradisional maupun ritel modern.

Secara nasional, Gerakan Pangan Murah dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia melalui jaringan virtual.

Baca Juga: Desa Adat Kelusa Akan Gelar Yadnya Wewalungan Kertih di Pura Hyang Api

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi pangan sepanjang tahun 2026.(***)

Editor : Rika Riyanti
#nasional #bali #sembako #pasar murah