Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Uli Gadang; Tumbuhan Langka dari Dasar Laut Nusa Penida

I Putu Suyatra • Kamis, 20 Juli 2017 | 00:58 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, NUSA PENIDA - Uli, salah satu tumbuhan laut yang sangat terkenal di Bali. Selain digunakan sebagai aksesoris seperti gelang, mata cincin, mata kalung, dan sebagainya karena bentuknya yang unik dan warnanya yang menakjubkan. Bahkan, khususnya Uli Gadang (hijau) diyakini punya kekuatan magis. 


Uli Gadang diakui pemilik  kios Gana Antik Collections, I Wayan Weda,  salah satu tumbuhan laut yang langka. Pria pengrajin aksesoris berbahan Uli di Jalan Raya Karangsari Nusa Penida (tepatnya di tempat parkir Pura Goa Giri Putri), mengungkapkan, tidak mudah mendapatkan Uli, khususnya Uli Gadang. Selain Uli Gadang langka, lanjutnya, kebanyakan tumbuhnya di kedalaman. Weda mengungkapkan, untuk mendapat Uli Gadang praktis mengandalkan keberuntungan. "Soalnya kami tidak mencari Uli secara sengaja, melainkan mengandalkan keberuntungan dari nelayan yang memancing. Nah, Uli tersebut biasanya nyangkut di pancing nelayan," ujarnya. Oleh karena itu, Weda harus membelinya dari nelayan yang kebetulan memancing dan mendapat Uli yang tersangkut. karena sulit didapatkan itulah harga Uli menjadi mahal. "Untuk satu batang sekitar sebesar lidi dengan panjang satu cm biasanya harganya kisaran 250 ribu," jelasnya. Tapi jangan khawatir, harga itu sudah dalam bentuk cincin bahan alpaka siap pakai. "Kalau gagangnya berbahan perak bisa mencapai Rp 500 ribuan," lanjutnya. Oleh karena itu, jangan heran kalua sebuah Uli mungil harganya bisa tinggi. Apalagi motifnya bagus, yakni warnanya hijau terang dan berkelap-kelip ketika terkena cahaya. Faktor lain yang menyebabkan Uli Gadang mahal, karena  sejauh ini cenderung baru didapatkan di Nusa Penida saja, khususnya untuk di Bali. Dengan demikian,  tak jarang produsen aksesoris datang khusus ke Nusa Penida untuk mencari Uli Gadang. Bahkan, tak jarang kolektor aksesoris pun "kepincut" dengan benda satu ini dan rela merogoh kocek yang tak sedikit. Selain menjual Uli dalam bentuk mata cincin, Weda juga menjual Uli dalam bentuk batangan dan gelang. Nah, kalua bicara batangan, Uli Gadang mencapai harga belasan juta rupiah. "Karena bentuknya masih cukup utuh. Kalau sudah dipotong-potong kan jadi lebih kecil," ujarnya. Selain Uli Gadang, terdapat pula Uli Selem (hitam) yang lumayan lebih mudah ditemukan. Namun Weda mengingatkan bahwa belakangan  untuk pencarian Uli saat ini dilarang karena bisa merusak biota lainnya, seperti terumbu karang. 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #klungkung #nusa penida #buleleng